Israel tetapkan syarat untuk kesepakatan gencatan senjata Gaza tahap berikutnya

Sejumlah kendaraan terlihat di antara puing-puing rumah di Beit Hanoun, Jalur Gaza utara, pada 19 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel menuntut demiliterisasi Jalur Gaza dan diakhirinya kekuasaan Hamas sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dari kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Januari lalu.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel menuntut demiliterisasi Jalur Gaza dan diakhirinya kekuasaan Hamas sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dari kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Januari, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar pada Selasa (4/3)."Kami tidak memiliki kesepakatan untuk tahap kedua," kata Sa'ar dalam sebuah konferensi pers. "Kami menuntut demiliterisasi total Gaza, (dan) Hamas dan Jihad Islam keluar serta menyerahkan para sandera kami."Dia menambahkan bahwa jika Hamas menyetujui tuntutan ini, "kami dapat menerapkan (kesepakatan) besok."
Deretan truk yang membawa bantuan kemanusiaan terlihat di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 19 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

IAEA: Kerusakan fasilitas nuklir Iran belum jelas, tidak ada kenaikan radiasi “off-site”
Indonesia
•
23 Jun 2025

Taiwan bantu negara berkembang dalam mitigasi perubahan iklim
Indonesia
•
01 Dec 2019

China dan Mesir serukan gencatan senjata yang komprehensif dan berkelanjutan di Gaza
Indonesia
•
16 Jan 2024

Akademisi Singapura kritik rencana tarif Trump, ada harga yang harus dibayar
Indonesia
•
14 Dec 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
