Israel serahkan jenazah 15 warga Palestina ke Gaza usai terima jenazah sandera

Israel menyerahkan jenazah 15

Foto yang diabadikan di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 26 Oktober 2025 ini menunjukkan sebuah mesin ekskavator Mesir sedang melakukan penggalian untuk mencari jenazah warga Israel. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Israel menyerahkan jenazah 15 warga Palestina ke Jalur Gaza melalui Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) di bawah kerangka perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Gaza/Yerusalem, Palestina/Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel menyerahkan jenazah 15 warga Palestina ke Jalur Gaza melalui Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) pada Sabtu (8/11) di bawah kerangka perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung, sehari setelah militan Palestina mengembalikan jenazah warga Israel.

Penyerahan jenazah tersebut dilakukan setelah Israel mengonfirmasi bahwa jenazah yang diserahkan oleh Hamas pada malam sebelumnya merupakan jenazah seorang prajurit cadangan yang tewas dalam serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Sandera tersebut diidentifikasi sebagai Lior Rudaeff, seorang pria berusia 61 tahun, yang jenazahnya ditahan oleh kelompok Jihad Islam Palestina (Palestinian Islamic Jihad), ungkap pernyataan dari Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF).

Dengan pertukaran terbaru ini, total jenazah warga Palestina yang telah dikembalikan mencapai 300 jenazah, sementara jumlah jenazah sandera yang telah dikembalikan ke Israel hingga saat ini mencapai 23 jenazah.

Jenazah empat warga Israel dan satu warga Thailand masih berada di Gaza, dari total 28 jenazah sandera yang harus dikembalikan oleh Hamas sesuai perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober.

Selain korban tewas, Hamas telah membebaskan 20 warga Israel yang disanderanya dan masih hidup. Sementara itu, Israel membebaskan 250 narapidana dari Palestina yang telah lama dipenjara di Israel serta 1.718 tahanan dari Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait