
Feature – Warga Suriah tercekam saat Israel lancarkan serangan intens di Provinsi Hama

Api dan asap membubung pascaserangan udara Israel di Masyaf, Provinsi Hama, Suriah tengah, pada 9 September 2024. (Xinhua/Str)
Israel menyerang situs-situs militer di Provinsi Hama, Suriah tengah, menyebabkan 18 orang, termasuk empat warga sipil, tewas dan 37 lainnya luka-luka, dengan enam di antaranya masih dalam kondisi kritis.
Hama, Suriah (Xinhua/Indonesia Window) – Mohammad Al-Homsi, pria berusia 50 tahun yang tinggal di Kota Masyaf, Suriah, masih ingat betul apa yang terjadi saat Israel melancarkan serangan udara sepanjang malam di sejumlah area di dekat kota tersebut."Sekitar pukul 23.00, terdengar suara ledakan tak jauh dari tempat kami. Lalu, drone-drone mulai melakukan pengeboman," tutur Al-Homsi kepada Xinhua. "Ledakan demi ledakan terdengar, setiap lima hingga sepuluh menit. Orang-orang terbangun dalam kondisi panik. Warga lanjut usia, wanita, dan anak-anak semuanya menangis ketakutan."Pada Ahad (8/9) malam waktu setempat, Israel menyerang situs-situs militer di Provinsi Hama, Suriah tengah. Aksi tersebut menyebabkan 18 orang, termasuk empat warga sipil, tewas dan 37 lainnya luka-luka, dengan enam di antaranya masih dalam kondisi kritis, menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Suriah.Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), lembaga pemantau perang yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa serangan tersebut merupakan salah satu yang paling intens dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah pejabat resmi setempat melaporkan bahwa serangan udara itu menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur krusial, mengganggu sistem telekomunikasi, listrik, dan distribusi air.
Sebuah kendaraan yang hangus terbakar terlihat di Masyaf, Provinsi Hama, Suriah tengah, pada 9 September 2024. (Xinhua/Str)
Seorang pria yang terluka dirawat di sebuah rumah sakit di Masyaf, Provinsi Hama, Suriah tengah, pada 9 September 2024. (Xinhua/Str)
Pekerja bantuan darurat memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Masyaf, Provinsi Hama, Suriah tengah, pada 9 September 2024. (Xinhua/Str)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Warga Lebanon dihantui trauma psikologis pascainsiden ledakan ‘pager’ mematikan
Indonesia
•
24 Sep 2024

COVID – Antrean panjang di rumah sakit saat musim dingin jadi kenormalan baru di AS
Indonesia
•
14 Jan 2023

COVID-19 - Pakar Rusia ingatkan vaksin COVID-19 bukan obat mujarab
Indonesia
•
27 Jun 2020

Afghanistan berisiko kehilangan 25.000 guru dan nakes perempuan per 2030
Indonesia
•
29 Apr 2026


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
