
Blinken desak "rencana kemanusiaan" untuk Rafah serta kesepakatan antara Israel dan Hamas

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu (kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken di Tel Aviv, Israel, pada 9 Januari 2024. Menlu AS Antony Blinken pada Selasa (9/1) di Tel Aviv berdiskusi dengan para pejabat Israel terkait konflik Israel-Hamas yang sedang berlangsung dan mendesak pihak Israel untuk melindungi warga sipil di Gaza. (Xinhua/GPO/Kobi Gideon)
Israel tidak akan menyetujui kesepakatan yang akan memaksa untuk mengakhiri operasinya terhadap Hamas di Gaza.
Yerusalem (Xinhua) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Rabu (1/5) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem dan menyuarakan penentangan AS terhadap rencana Israel untuk melancarkan serangan darat skala besar ke Rafah.Diplomat top AS itu bersikeras bahwa pihak Israel harus terlebih dahulu menyediakan rencana kemanusiaan yang tepat bagi lebih dari 1,2 juta warga Palestina yang terlantar di kota paling selatan Gaza tersebut sebelum melakukan serangan, papar pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS.Blinken juga menekankan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan bantuan bagi Jalur Gaza dan menyerukan tercapainya kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan ini.“Kami bertekad untuk mencapai gencatan senjata yang dapat memulangkan para sandera, dan akan mewujudkannya sekarang juga. Proposal sudah disiapkan. Dan seperti yang telah kami sampaikan, tidak ada penundaan, tidak ada alasan. Sekaranglah waktunya,” ujar Blinken.Dia juga mendiskusikan dengan Netanyahu "perlunya menghindari perluasan konflik lebih lanjut dan memberikan perkembangan terbaru kepada PM Israel itu mengenai upaya-upaya yang sedang berlangsung guna memastikan perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan di kawasan itu," menurut pernyataan tersebut.Sementara itu, Netanyahu mengatakan kepada Blinken bahwa Israel tidak akan menyetujui kesepakatan yang akan memaksa untuk mengakhiri operasinya terhadap Hamas di Gaza, menurut sebuah pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Israel.Pembicaraan di Kairo antara kedua pihak yang bertikai mengindikasikan beberapa kemajuan, tetapi masih ada ketidaksepakatan yang signifikan, terutama mengenai apakah kesepakatan dapat menghentikan sementara atau mengakhiri operasi militer di Gaza.Sebelum bertemu dengan Presiden Israel Issac Herzog di Tel Aviv, Blinken yang berbicara kepada para wartawan menyebutkan adanya potensi kegagalan dalam mencapai kesepakatan dengan Hamas.Blinken tiba di Tel Aviv pada Selasa (30/4), setelah mengunjungi Arab Saudi dan Yordania, dalam perjalanan ketujuhnya di kawasan tersebut sejak dimulainya konflik Gaza pada 7 Oktober 2023.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi, AS, Inggris, dan UEA serukan pemulihan Sudan
Indonesia
•
04 Nov 2021

Senator AS Bob Menendez terbukti bersalah dalam kasus korupsi
Indonesia
•
17 Jul 2024

Jaksa Agung AS peringatkan meningkatnya ancaman terkait konflik Israel-Hamas
Indonesia
•
26 Oct 2023

Pemilu Jepang kacau! Pengacara gugat hasil perhitungan suara
Indonesia
•
09 Feb 2026


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
