Feature – Anak-anak Gaza nikmati momen-momen kegembiraan kecil meski didera pengeboman Israel

Anak-anak Palestina terlihat di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 13 Desember 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Jalur Gaza adalah tempat paling berbahaya di dunia bagi anak-anak, karena laporan menunjukkan bahwa puluhan anak terbunuh dan terluka setiap hari.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Di tengah konflik berdarah antara Israel dan Hamas yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, Sajida Musabeh, seorang anak perempuan Palestina berusia 13 tahun yang berasal dari pusat kota Deir al-Balah, menemukan cara untuk menghibur diri dengan membuat aksesori bersama teman-temannya menggunakan manik-manik plastik yang berwarna-warni."Bermain dan bersenang-senang adalah satu-satunya cara bagi kami untuk menghibur diri di tengah serangan bom Israel," kata Musabeh kepada Xinhua sambil membuat gelang di halaman rumahnya.Semua anak di seluruh Jalur Gaza, mulai dari saat mereka bangun di pagi hari hingga tidur di malam hari, selalu mendengar suara ledakan yang tak ada hentinya dari serangan bom Israel selama lebih dari dua bulan."Sangat menakutkan," kata Musabeh, seraya menambahkan bahwa "kami mencoba untuk mengatasi ketakutan kami dengan bermain dan merasa bahwa kami berhak hidup dengan damai.""Mengingat kondisi saat ini, bermain merupakan satu-satunya cara bagi anak-anak," karena dengan bermain, anak-anak berusaha untuk "mencintai kehidupan semaksimal mungkin, dan melupakan pembunuhan," kata ibu Musabeh kepada Xinhua. Saat ibu Musabeh melontarkan pernyataan itu, terdengar suara drone dan pesawat tempur Israel di area tersebut.
Warga Palestina terlihat di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 13 Desember 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Anak-anak terlihat di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 14 Desember 2023. (Xinhua/Khaled Omar)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Pendiri LSPR raih gelar doktor kehormatan dari Coventry University Inggris
Indonesia
•
16 Nov 2021

Fokus Berita - UIN Bandung bahas dinamika medsos dan politik di Asia Tenggara
Indonesia
•
15 Feb 2025

Prof. Saiful Mujani: Mathla’ul Anwar harus tetap Inklusif
Indonesia
•
13 Mar 2021

Sekjen PBB tolak "segala bentuk pembersihan etnis" di Gaza
Indonesia
•
07 Feb 2025
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
