Mesir terima tawaran perusahaan internasional bangun jalur penghubung listrik dengan Italia

Umat Islam mengikuti salat malam Lailatul Qadar saat bulan suci Ramadan di Masjid Amr ibn Al-A'as di Kairo, Mesir, pada 17 April 2023. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Jaringan listrik Mesir saat ini menyediakan listrik ke negara-negara tetangga seperti Lebanon melalui Yordania, Libya, dan Sudan. Koneksi terbesar di kawasan itu antara Mesir dan Arab Saudi mencapai 3.000 MW, dengan Mesir juga menargetkan untuk menghubungkan jaringannya ke Eropa melalui koneksi ke Yunani.
Kairo, Mesir (Xinhua) – Menteri Kelistrikan dan Energi Terbarukan Mesir Mohamed Shaker mengatakan bahwa kontrak telah ditandatangani dengan sebuah perusahaan internasional asal Norwegia untuk melakukan studi terkait koneksi listrik dengan Italia berkapasitas 3.000 megawatt, sebuah langkah untuk transmisi energi ke seluruh Eropa di masa depan.Dia mengatakan bahwa kementeriannya telah menerima tawaran dari perusahaan Emirat dan Belgia untuk mengimplementasikan proyek tersebut.Shaker menambahkan dalam pernyataan eksklusif yang diterbitkan dalam surat kabar daring Al Youm 7 pada Sabtu (8/7) bahwa untuk pertama kalinya di dunia, kabel bawah air akan dipasang di kedalaman 2,5 km untuk mengimplementasikan proyek interkoneksi listrik dengan Italia, seraya menekankan bahwa secara internasional diketahui bahwa kabel dipasang di bawah air dengan kedalaman hanya 1,5 km.Sang menteri menekankan bahwa tujuan dari interkoneksi listrik antara Mesir dan negara-negara lain di dunia adalah untuk membangun jaringan interkoneksi yang kuat di Mediterania timur guna meningkatkan keamanan dan keandalan pasokan energi, selain untuk meningkatkan level pengamanan pasokan listrik seandainya terjadi kerusakan, pemadaman, dan keadaan darurat pada jaringan transmisi.Dengan peningkatan produksi listrik lebih dari 30.000 MW dalam enam tahun, Mesir telah mencapai level surplus untuk pertama kalinya, mencapai swasembada listrik pada 2015 dan kini memiliki surplus 25 persen.Jaringan listrik Mesir saat ini menyediakan listrik ke negara-negara tetangga seperti Lebanon melalui Yordania, Libya, dan Sudan. Koneksi terbesar di kawasan itu antara Mesir dan Arab Saudi mencapai 3.000 MW, dengan Mesir juga menargetkan untuk menghubungkan jaringannya ke Eropa melalui koneksi ke Yunani.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Tingkatkan kemudahan investasi migas, pemerintah RI revisi aturan perpajakan skema kontrak ‘gross split’
Indonesia
•
21 May 2025

Gandeng Neta, Evista luncurkan layanan taksi listrik di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II
Indonesia
•
05 Oct 2024

Toko daring China kian populer di kalangan masyarakat Finlandia
Indonesia
•
23 Mar 2024

Tingkat pengangguran Kanada meningkat pada Februari 2024
Indonesia
•
11 Mar 2024
Berita Terbaru

Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba
Indonesia
•
30 Jan 2026

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026

Megafactory Tesla di Shanghai kirim 2.000 lebih unit baterai megapack pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ekonomi makin tak menentu, permintaan emas dunia pecahkan rekor
Indonesia
•
30 Jan 2026
