
Jiuzhang 4.0 cetak rekor dunia baru dalam komputasi kuantum

Foto yang diabadikan pada 2 April 2026 ini menunjukkan bagian dari purwarupa komputasi kuantum yang dapat diprogram bernama 'Jiuzhang 4.0'. (Xinhua/Cai Minhao)
Komputasi kuantum Jiuzhang 4.0 berhasil menyelesaikan masalah Gaussian boson sampling dengan kecepatan lebih dari 10 pangkat 54 kali lebih cepat dibandingkan dengan superkomputer terkuat di dunia.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan China berhasil mengembangkan purwarupa komputasi kuantum yang dapat diprogram bernama ‘Jiuzhang 4.0’, yang mencetak rekor dunia baru untuk teknologi informasi kuantum optik, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada Rabu (13/5) di jurnal Nature.
Dipimpin oleh Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China (University of Science and Technology of China/USTC), tim tersebut menggunakan purwarupa itu untuk menyelesaikan masalah Gaussian boson sampling dengan kecepatan lebih dari 10 pangkat 54 kali lebih cepat dibandingkan dengan superkomputer terkuat di dunia, menurut studi tersebut.
Para peneliti mengatakan mereka berhasil memanipulasi dan mendeteksi keadaan kuantum hingga 3.050 foton, sebuah lompatan signifikan dibandingkan dengan 255 foton yang dicapai dengan ‘Jiuzhang 3.0’ sebelumnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Google laporkan terobosan dalam komputasi kuantum
Indonesia
•
28 Oct 2025

Tim ilmuwan tingkatkan sistem pembersihan alami otak untuk obati penyakit saraf
Indonesia
•
03 Dec 2025

Studi: Jalan cepat 22 menit sehari cegah penyakit pada organ hati
Indonesia
•
13 Feb 2023

Peneliti di Australia uji jam atom generasi baru di laut
Indonesia
•
15 Apr 2026


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

Atasi tantangan daya tahan, ilmuwan di China lengkapi ‘drone’ dengan ‘jantung hidrogen’
Indonesia
•
12 May 2026

Sampel Chang'e-6 ungkap rahasia tumbukan asteroid di sistem Bumi-Bulan
Indonesia
•
12 May 2026
