
Laporan sebut China masih jadi sumber utama ‘hot paper’

Sebuah robot dipamerkan dalam ekshibisi yang menampilkan berbagai pencapaian inovasi dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa Institut Teknologi Harbin di Central Street di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China timur laut, pada 13 Mei 2024. (Xinhua/Wang Song)
Jumlah hot paper China per Juli 2024 mencapai 2.071, berkontribusi 48,4 persen dari total global, sementara Amerika Serikat (AS) berada di posisi kedua dengan 1.625.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China mempertahankan posisinya sebagai sumber utama karya ilmiah penting (hot paper), dengan kontribusi 48,4 persen dari total global, menurut laporan sebuah wadah pemikir yang dirilis pada Jumat (20/9).Hot paper adalah artikel atau studi ilmiah yang diterbitkan dalam dua tahun terakhir dan menerima kutipan dalam jumlah yang cukup dalam kurun waktu dua bulan terakhir, sehingga menempatkannya dalam 0,1 persen teratas dari jumlah sitasi di disiplin ilmu masing-masing.China menerbitkan 2.071 hot paper per Juli 2024, sementara Amerika Serikat (AS) berada di posisi kedua dengan 1.625, menurut laporan tersebut, yang dirilis oleh Institut Informasi Ilmiah dan Teknis China (Institute of Scientific and Technical Information of China/ISTIC) yang berada di bawah naungan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China.China menduduki peringkat kedua dalam jumlah karya ilmiah yang paling banyak dikutip, yakni studi yang jumlah sitasinya termasuk dalam 1 persen teratas selama satu dekade terakhir di bidangnya masing-masing.Menurut laporan tersebut, China memiliki 65.700 karya ilmiah yang banyak dikutip per Juli tahun ini, mencakup 33,8 persen dari total global dan menempati peringkat kedua. Sementara itu, AS menghasilkan 76.500 karya ilmiah yang banyak dikutip, atau 39,3 persen dari total global, dan menduduki peringkat pertama.Laporan itu juga menyoroti bahwa pada 2023, China menerbitkan total 395 karya ilmiah di tiga jurnal ilmiah yang sangat populer, yakni Cell, Nature, dan Science. Hal ini membuat peringkat global China naik dari posisi keempat pada 2022 ke posisi kedua pada tahun lalu.Jumlah makalah penelitian ilmiah China menduduki peringkat pertama selama bertahun-tahun, dan negara tersebut akan terus berusaha untuk mengisi kekosongan dalam produksi karya ilmiah berkualitas tinggi, menurut laporan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Empat ilmuwan dunia dianugerahi penghargaan Shaw Prize pada 2024
Indonesia
•
23 May 2024

Feature – Robot humanoid dikerahkan di lini perakitan presisi di China
Indonesia
•
16 Apr 2026

WWF sambut baik peran penting China dalam negosiasi keanekaragaman hayati dan perubahan iklim
Indonesia
•
15 Oct 2024

Tim ilmuwan China kembangkan perangkat bertenaga mandiri untuk percepat perbaikan otot
Indonesia
•
22 Jan 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
