
Kematian akibat kanker di dunia diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat pada 2050

Sejumlah pelajar melukis bunga dalam festival bunga Floriade di Canberra, Australia, pada 14 September 2024. Edisi ke-37 dari festival bunga dan hiburan tahunan Floriade dibuka pada Sabtu (14/9) di Commonwealth Park, Canberra. (Xinhua/Chu Chen)
Jumlah kasus kanker di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat 76,6 persen dari 20 juta pada 2022 menjadi 35,3 juta pada 2050.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Riset di Australia memperkirakan bahwa jumlah kematian akibat kanker tahunan di seluruh dunia akan meningkat hampir dua kali lipat pada 2050, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada Rabu (6/11).Studi tersebut memproyeksikan bahwa 18,5 juta orang akan meninggal dunia akibat kanker di seluruh dunia pada 2050, meningkat 89,7 persen dari 9,7 juta pada 2022.Dipimpin oleh Habtamu Bizuayehu dari Universitas Queensland (UQ), para peneliti menganalisis angka kasus dan kematian untuk 36 jenis kanker di 185 negara serta memproyeksikan kasus dan kematian di masa depan dengan menerapkan angka tersebut pada prediksi populasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk 2050.Mereka menemukan bahwa jumlah kasus kanker di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat 76,6 persen dari 20 juta pada 2022 menjadi 35,3 juta pada 2050.Kasus dan kematian akibat kanker diperkirakan akan meningkat hampir tiga kali lipat pada 2050 di negara-negara berperingkat rendah dalam Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) PBB, kata studi tersebut, dibandingkan dengan peningkatan moderat di negara-negara dengan HDI yang sangat tinggi.Kanker paru-paru diperkirakan masih akan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada 2050, mencakup sekitar 19,2 persen dari seluruh kematian akibat kanker secara global, naik dari 18,7 persen pada 2022.Riset tersebut memproyeksikan bahwa jumlah kasus dan kematian akibat kanker akan naik tipis pada pria dibandingkan pada wanita antara periode 2022 hingga 2050.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Misi pendaratan Bulan swasta pertama AS diluncurkan, bawa program sains NASA
Indonesia
•
09 Jan 2024

Fosil spesies galeaspida ‘berekor sembilan’ ditemukan di China selatan
Indonesia
•
19 Apr 2023

WHO rilis pedoman global penggunaan obat-obatan GLP-1 untuk obesitas
Indonesia
•
03 Dec 2025

COVID-19 – Kementerian teliti fukoidan kandungan alga untuk tingkatkan imun
Indonesia
•
03 Oct 2021


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

Atasi tantangan daya tahan, ilmuwan di China lengkapi ‘drone’ dengan ‘jantung hidrogen’
Indonesia
•
12 May 2026

Sampel Chang'e-6 ungkap rahasia tumbukan asteroid di sistem Bumi-Bulan
Indonesia
•
12 May 2026
