
Laporan PBB sebut perdagangan manusia bergerak lebih tersembunyi

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan pemungutan suara untuk mengadopsi sebuah resolusi guna memperbarui otorisasi pemeriksaan dan penyitaan kapal di lepas pantai Libya, yang dimaksudkan untuk mengekang penyelundupan migran dan perdagangan manusia, di Markas Besar PBB di New York pada 29 September 2021. (Xinhua/UN Photo/Ariana Lindquist)
Jumlah korban perdagangan manusia yang teridentifikasi secara global turun 11 persen pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh "berkurangnya pendeteksian di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah".
Wina, Austria (Xinhua) – Pandemik COVID-19 mengakibatkan penurunan jumlah korban perdagangan manusia yang terdeteksi, yang merupakan penurunan pertama dalam 20 tahun, karena lebih minimnya peluang bagi pelaku perdagangan manusia untuk melancarkan aksinya dan beberapa bentuk perdagangan manusia cenderung tidak terdeteksi, menurut sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (24/1).Jumlah korban perdagangan manusia yang teridentifikasi secara global turun 11 persen pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh "berkurangnya pendeteksian di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah," menurut laporan yang dirilis oleh Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (United Nations Office on Drugs and Crime/UNODC) yang berbasis di Wina.Selain mengurangi peluang bagi pelaku perdagangan manusia untuk melancarkan aksinya, pandemik COVID-19 mungkin telah melemahkan kapasitas penegakan hukum untuk mendeteksi para korban, sebut laporan itu.
Seorang perempuan mengunjungi sebuah pameran bertajuk "Passport" di Kampala, Uganda, pada 9 Maret 2021. Sejumlah karya seni ditampilkan di pameran tersebut untuk menyoroti bahaya perdagangan manusia. (Xinhua/Nicholas Kajoba)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Huawei berencana kembangkan 50.000 talenta TIK di Asia Selatan
Indonesia
•
06 Apr 2023

IOC: Mayoritas warga Prancis dukung atlet Rusia dan Belarus berlaga di Olimpiade Paris 2024
Indonesia
•
15 Mar 2023

UNICEF: 7,6 juta anak di Ethiopia putus sekolah
Indonesia
•
13 Nov 2023

Muara Sungai Yangtze saksikan perbaikan ekologi
Indonesia
•
21 Nov 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
