
Industri ‘e-sports’ China raup 26,3 miliar yuan pada 2023

Seorang staf mendemonstrasikan simulator E-sports di venue Smart China Expo 2022 di Chongqing, China barat daya, pada 21 Agustus 2022. (Xinhua/Huang Wei)
Jumlah pengguna olahraga elektronik (e-sports) di China telah mencapai 488 juta pada 2023, naik 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Shenzhen, China (Xinhua) – Jumlah pengguna olahraga elektronik (e-sports) di China telah mencapai 488 juta pada 2023, naik 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, demikian menurut sebuah laporan industri yang dirilis di Shenzhen, China selatan, pada Rabu (20/12).Pendapatan aktual industri e-sports mencapai 26,35 miliar yuan pada 2023, turun 1,31 persen secara tahunan (year on year/yoy), seperti yang dilaporkan oleh Komite Olahraga Elektronik Asosiasi Penerbitan Audio-Video dan Digital China (Electronic Sports Committee of China Audio-Video and Digital Publishing Association).Berdasarkan rincian sumber pendapatan, konten e-sports yang disiarkan secara daring (live streaming) mengeklaim pangsa terbesar yakni 80,87 persen, sementara pendapatan acara dan pendapatan klub masing-masing menyumbang 8,59 persen dan 6,42 persen.Di antara seluruh kategori gim e-sports utama, gim menembak memimpin dengan 28 persen, diikuti oleh gim kompetitif taktis daring (online) multipemain sebesar 15,9 persen, dan gim kompetitif berbasis olahraga sebesar 12,2 persen.Pada 2023, jumlah acara e-sports nonpameran yang menampilkan pemain tingkat provinsi dan profesional mencatatkan peningkatan (yoy), dengan total 127 acara. Sementara itu, Shanghai, Beijing, dan Hangzhou menjadi tuan rumah acara e-sports luring (offline) terbanyak.Laporan itu juga menunjukkan bahwa industri e-sports China terus berkembang secara global pada tahun ini, khususnya di Asia Tenggara. Beberapa acara telah menjadi kompetisi e-sports lokal yang populer di negara-negara seperti Indonesia dan Filipina.1 yuan = 2.174 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pertumbuhan harga rumah di AS terus melambat pada September 2022
Indonesia
•
30 Nov 2022

Laba operasional Samsung Electronics anjlok 95,5 persen pada Q1 2023
Indonesia
•
28 Apr 2023

Meski turun, tingkat inflasi Jerman pada 2023 masih berada di level yang tinggi
Indonesia
•
17 Jan 2024

Minyak melonjak dipicu kurangnya kemajuan pembicaraan Rusia-Ukraina
Indonesia
•
18 Mar 2022


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
