
PBB: Jumlah pengungsi di Sudan naik lebih dari dua kali lipat dalam sepekan

Foto yang diunggah pada 9 Mei 2023 ini menunjukkan staf Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) mendistribusikan bantuan makanan kepada para pengungsi di kamp Tuneybah di Negara Bagian Gedaref, Sudan. (Sumber: WFP)
Jumlah pengungsi di Sudan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga lebih dari 700.000, dibandingkan dengan 340.000 orang yang tercatat pada 2 Mei, menyusul bentrokan baru-baru ini yang dimulai pada 15 April lalu.
PBB (Xinhua) – Dalam sepekan terakhir, jumlah orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat bentrokan di Sudan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga lebih dari 700.000, demikian disampaikan seorang juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (9/5).Farhan Haq, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan bahwa Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan jumlah pengungsi di Sudan mencapai 700.000, dibandingkan dengan 340.000 orang yang tercatat sepekan lalu pada 2 Mei. Mereka terpaksa mengungsi akibat bentrokan baru-baru ini yang dimulai pada 15 April lalu. Sebelum bentrokan terjadi, sebanyak 3,7 juta orang di Sudan telah terpaksa mengungsi secara internal, terutama di daerah Darfur bagian barat.Dikatakan oleh Haq bahwa Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) melaporkan kebutuhan hampir 13.000 ton makanan untuk menjangkau sekitar 384.000 orang di negara bagian Gedaref, Gezira, Kassala, dan Nil Putih.Menurut WFP, saat ini pihaknya memiliki sekitar 8.000 ton makanan di Pelabuhan Sudan untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Selain itu, dalam beberapa hari lagi dua kapal akan berlabuh di pelabuhan yang sama dengan membawa makanan dan perlengkapan dari WFP untuk mengobati malnutrisi akut sedang.Badan PBB tersebut mengatakan bahwa sejak memulai kembali distribusi makanan pada pekan lalu, pihaknya telah menjangkau lebih dari 35.500 orang di Gedaref serta Kassala, dan distribusi sedang dilakukan di Nil Putih.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China rilis daftar kandidat istilah populer dalam bahasa Mandarin tahun 2023
Indonesia
•
22 Nov 2023

Opini: Optimalisasi strategi COVID-19 China selamatkan nyawa dan ekonomi
Indonesia
•
23 Dec 2022

COVID-19 – Dua subvarian baru sumbang lebih dari separuh kasus baru di AS
Indonesia
•
29 Nov 2022

COVID-19 – Sistem kesehatan Jepang kewalahan hadapi lonjakan kasus baru
Indonesia
•
20 Aug 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
