
AS alami bulan Juni terpanas kedua sepanjang sejarah di tengah gelombang panas

Seorang pesepeda menyejukkan diri di sebuah air mancur di Georgetown Waterfront di Washington DC, Amerika Serikat, pada 19 Juni 2024. (Xinhua/Aaron Schwartz)
Juni terpanas kedua dalam sejarah Amerika Serikat tercatat tahun ini, dengan rata-rata suhu di daratan utama negara tersebut pada Juni adalah 71,8 derajat Fahrenheit (sekitar 22,1 derajat Celsius), atau 3,4 derajat Fahrenheit (sekitar 1,9 derajat Celsius) di atas rata-rata.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) baru saja mengalami Juni terpanas kedua dalam sejarahnya, demikian disampaikan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA) AS.Rata-rata suhu di daratan utama AS pada Juni adalah 71,8 derajat Fahrenheit (sekitar 22,1 derajat Celsius), 3,4 derajat Fahrenheit (sekitar 1,9 derajat Celsius) di atas rata-rata, kata NOAA dalam laporan bulanan yang dirilis pada Selasa (9/7).Badan yang mulai melakukan pencatatan 130 tahun yang lalu itu mengatakan bahwa sekitar 24 juta orang di wilayah-wilayah yang terletak di area Barat, Selatan, dan Timur Laut negara itu mengalami bulan Juni terpanas untuk suhu malam hari.Gelombang panas berdampak terhadap area Barat Daya, Great Lakes, Timur Laut, dan Puerto Rico pada bulan itu, memecahkan rekor suhu dan menimbulkan kondisi yang mengancam nyawa, kata NOAA.Arizona dan New Mexico masing-masing mengalami bulan Juni terpanasnya seiring suhu tercatat berada di atas rata-rata hingga mencapai rekor terhangat di sebagian besar daratan utama AS. Sementara itu, 18 negara bagian lainnya mengalami satu dari 10 bulan Juni terpanas yang pernah tercatat, menurut NOAA.Untuk periode Januari-Juni, rata-rata suhu di daratan utama AS adalah 50,9 derajat Fahrenheit (sekitar 10,5 derajat Celsius), 3,4 derajat Fahrenheit (sekitar 1,9 derajat Celsius) di atas rata-rata, menjadi suhu terpanas kedua dalam sejarah untuk periode ini, tambah badan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

WHO sebut lebih dari 22.500 orang di Gaza derita luka yang ubah hidup mereka
Indonesia
•
14 Sep 2024

Italia dilanda "musim flu paling parah"
Indonesia
•
21 Jan 2024

Otoritas Yunani sebut kaum lansia lebih berisiko alami insiden tenggelam
Indonesia
•
27 Jul 2023

Ibu kota China luncurkan Beijing English Map untuk tingkatkan kualitas perjalanan WNA
Indonesia
•
23 Jan 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
