
Kamboja upayakan negosiasi usai AS terapkan tarif 49 persen pada produknya

Para pekerja garmen membuat pakaian di sebuah pabrik di Phnom Penh, Kamboja, pada 17 Desember 2021. (Xinhua/Wu Changwei)
Kamboja berkomitmen untuk mempromosikan impor produk yang berasal dari AS dengan segera mengurangi 19 kategori produk dari tarif batas maksimum 35 persen menjadi tarif yang berlaku sebesar 5 persen.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri Kamboja Hun Manet pada Jumat (4/4) mengupayakan negosiasi setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif 49 persen untuk produk-produk dari negara kerajaan tersebut.AS pada Rabu (2/4) mengumumkan tarif timbal balik untuk barang-barang yang diimpor dari puluhan mitra dagangnya, termasuk Kamboja. Tarif AS untuk barang-barang yang diimpor dari Kamboja akan dinaikkan menjadi 49 persen, yang akan mulai berlaku pada 9 April 2025.Dalam sebuah surat yang dikirim ke Presiden AS Donald Trump, Hun Manet meminta negosiasi, mendesak Trump untuk menunda penerapan tarif tersebut pada produk Kamboja."Kamboja mengajukan negosiasi dengan pemerintah Anda dalam waktu sesegera mungkin dan berharap agar pemerintah Anda dapat mempertimbangkan untuk menunda penerapan tarif yang disebutkan di atas," ujar pemimpin Kamboja itu.Hun Manet mengatakan bahwa tarif maksimum yang berlaku di Kamboja saat ini adalah 35 persen."Sebagai ungkapan iktikad baik kami dan dalam semangat memperkuat hubungan perdagangan bilateral kami, Kamboja berkomitmen untuk mempromosikan impor produk yang berasal dari AS dengan segera mengurangi 19 kategori produk dari tarif batas maksimum 35 persen menjadi tarif yang berlaku sebesar 5 persen," ujarnya."Dalam hal ini, saya juga telah menugaskan Menteri Perdagangan saya untuk menjalin komunikasi dengan Perwakilan Dagang AS," imbuhnya.Hun Manet mengatakan bahwa Kamboja tetap berkomitmen penuh untuk terlibat dalam dialog yang konstruktif dan produktif dengan pemerintah AS guna memperdalam lebih lanjut perdagangan bilateral, sehingga kedua negara dan masyarakat dapat menikmati manfaat nyata dari hubungan perdagangan yang signifikan ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden harapkan perdagangan RI-UEA naik 3 lipat melalui kemitraan komprehensif
Indonesia
•
03 Sep 2021

Alphabet catat pertumbuhan 11 persen dalam laporan pendapatan Q3 2023
Indonesia
•
25 Oct 2023

Apa rahasia kemajuan China? Akademisi Irak soroti pendekatan yang mengutamakan rakyat
Indonesia
•
10 Jul 2026

Harga minyak naik, pasar pantau turunnya pasokan dari Rusia dan Libya
Indonesia
•
21 Apr 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
