
Kapal Induk USS Gerald R. Ford akan tinggalkan Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang

Kapal induk USS Gerald R. Ford berangkat dari Split, Kroasia, pada 2 April 2026. (Xinhua/PIXSELL/Zvonimir Barisin)
USS Gerald R. Ford akan meninggalkan Timur Tengah dan mulai berlayar pulang dalam beberapa hari mendatang, menandai hilangnya kapasitas penyerangan yang signifikan seiring perundingan perdamaian antara AS dan Iran mengalami kebuntuan.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Gerald R. Ford akan meninggalkan Timur Tengah dan mulai berlayar pulang dalam beberapa hari mendatang, lansir Washington Post pada Rabu (29/4).
Langkah ini merupakan "kabar baik bagi sekitar 4.500 pelaut yang telah ditempatkan selama 10 bulan, tetapi menandai hilangnya kapasitas penyerangan yang signifikan seiring perundingan perdamaian antara AS dan Iran mengalami kebuntuan," menurut laporan tersebut.
Gugus Serang Kapal Induk Ford (Ford Carrier Strike Group) memulai penugasan terbarunya pada 24 Juni 2025, berangkat dari Negara Bagian Virginia, AS, menuju area tanggung jawab Komando Eropa AS, kemudian dikerahkan ke Amerika Latin untuk operasi pemberantasan narkotika dan selanjutnya ke Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Kapal ini merupakan satu dari tiga kapal induk yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, bersama dengan USS George H.W. Bush dan USS Abraham Lincoln.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerima pengarahan tentang rencana-rencana baru untuk potensi aksi militer di Iran pada Kamis (30/4) dari Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS, lapor media daring, Axios, pada Rabu.
"Pengarahan tersebut mengisyaratkan bahwa Trump mempertimbangkan dengan serius untuk melanjutkan operasi tempur besar-besaran, baik untuk mencoba memecah kebuntuan dalam negosiasi atau untuk memberikan pukulan terakhir sebelum mengakhiri perang," sebut laporan itu.
CENTCOM telah menyiapkan rencana untuk gelombang serangan "singkat dan dahsyat" terhadap Iran, yang kemungkinan mencakup target infrastruktur, dengan harapan dapat memecah kebuntuan dalam negosiasi, menurut laporan itu mengutip tiga sumber yang mengetahui hal tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pesawat NORAD akan tiba di Greenland dukung kegiatan "yang direncanakan sejak lama"
Indonesia
•
20 Jan 2026

Serangan tentara Israel di Tepi Barat tewaskan 6 warga Palestina
Indonesia
•
24 Mar 2024

AS kirim 3.000 tentara ke Eropa Timur dalam beberapa hari mendatang
Indonesia
•
02 Feb 2022

Brankas disediakan di jalan utama menuju Masjidil Haram
Indonesia
•
17 Dec 2019


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
