Kapal selam berawak Jiaolong milik China tiba di Hong Kong untuk kali pertama

Foto menunjukkan kapal selam berawak Jiaolong yang diangkut oleh kapal riset Deep Sea No. 1 di Terminal Samudra Tsim Sha Tsui di Hong Kong, China selatan, pada 24 September 2024. (Xinhua/Chen Duo)
Kapal riset Deep Sea No. 1 telah merampungkan misi ilmiah di Samudra Pasifik Barat, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ilmiah mengenai keanekaragaman hayati dan ekosistem laut dalam.
Hong Kong, Daerah Administratif Khusus (Xinhua/Indonesia Window) – Kapal riset milik China, Deep Sea No. 1, yang mengangkut kapal selam berawak Jiaolong, pada Selasa (24/9) menerima sambutan hangat di Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong pada kunjungan pertamanya ke SAR tersebut.Kapal riset itu sedang dalam perjalanan pulang setelah merampungkan misi ilmiah di Samudra Pasifik Barat. Dalam kunjungannya selama dua hari di Hong Kong, para ilmuwan di kapal tersebut akan memberikan kuliah kepada pelajar di Hong Kong dan menggelar sejumlah seminar internasional untuk membagikan hasil ekspedisi ilmiah mereka.Warner Cheuk, wakil sekretaris kepala untuk administrasi pemerintah SAR Hong Kong, mengatakan bahwa kunjungan tersebut, yang dilakukan menjelang peringatan 75 tahun berdirinya Republik Rakyat China, sepenuhnya menunjukkan kepedulian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan penelitian ilmiah kelautan dan konservasi ekologis Hong Kong.Kesempatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak lagi generasi muda di Hong Kong untuk terlibat dalam penelitian laut dalam dan menjadikan planet Bumi sebagai tempat yang lebih baik untuk dihuni, ujar Werner Cheuk.Wu Changbin, selaku direktur Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Mineral Laut China, mengucapkan selamat atas keberhasilan penyelesaian ekspedisi ilmiah pelayaran internasional di Pasifik Barat. Dia juga mengatakan bahwa pelayaran tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman ilmiah China mengenai keanekaragaman hayati dan ekosistem laut dalam, tetapi juga berkontribusi dalam memberikan data ilmiah yang penting bagi penelitian ilmiah kelautan global.Tim ekspedisi ilmiah itu, yang beranggotakan ilmuwan China dan asing, mulai berlayar pada 10 Agustus dari Qingdao, Provinsi Shandong, China timur, dan melakukan 18 kali penyelaman di Pasifik Barat. Ekspedisi ini merupakan pertama kalinya ilmuwan asing melakukan penelitian ilmiah laut dalam di Jiaolong.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Vaksin Pfizer, Sinovac, AstraZeneca cocok untuk ibu hamil
Indonesia
•
28 Jun 2021

Peneliti China buat kemajuan dalam standarisasi pengukuran respirasi tanah
Indonesia
•
18 Jan 2023

China kembangkan lapisan baru untuk kontrol termal pesawat ruang angkasa
Indonesia
•
21 Jun 2022

Maqam Ibrahim didokumentasikan dengan teknologi fotografi modern
Indonesia
•
09 May 2021
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
