
NYT: Timbulkan ketidaknyamanan pada orang lain di AS dapat mengancam nyawa

Orang-orang berkabung dengan menyalakan lilin bagi para korban penembakan massal di depan Balai Kota Monterey Park, California, Amerika Serikat (AS), pada 23 Januari 2023. Ratusan orang berkumpul di Balai Kota Monterey Park pada Senin (23/1) malam waktu setempat untuk mengenang para korban tewas dalam insiden penembakan yang menewaskan 11 orang dan melukai sembilan lainnya. (Xinhua)
Kasus pembunuhan dan penembakan di Amerika Serikat semakin sering terjadi di tengah masyarakat hanya karena perbuatan yang salah di hadapan publik, yang merupakan hal manusiawi.
New York City, AS (Xinhua) – Di Amerika Serikat (AS), berbuat salah di hadapan publik, yang merupakan hal manusiawi, kini makin dapat membuat seseorang tidak aman atau bahkan dapat kehilangan nyawa, kata sebuah artikel opini The New York Times (NYT) yang diterbitkan pada Kamis (4/5).Di Kansas City, Missouri, Ralph Yarl (16), seorang remaja kulit hitam, ditembak dua kali usai membunyikan bel pintu yang salah. Di bagian upstate New York City, seorang perempuan bernama Kaylin Gillis (20) ditembak dan dibunuh oleh pemilik rumah setelah mengemudi ke jalan masuk mobil rumahnya (driveway).Di Illinois, William Martys dibunuh oleh tetangganya ketika dia menggunakan alat peniup daun (leaf blower) di halaman rumahnya. Dua pemandu sorak ditembak di tempat parkir Texas setelah salah satu dari mereka masuk ke mobil yang salah. Dan pada Senin (1/5), Jordan Neely, seorang peniru (impersonator) Michael Jackson yang menjadi tunawisma, dicekik hingga tewas oleh seorang pria kulit putih karena berteriak di dalam kereta bawah tanah."Semua orang tak berdosa yang kehilangan nyawa ini berada di tempat dan waktu yang salah," kata artikel opini tersebut. "Dalam kebanyakan kasus, para penyerang bersenjata (seakan) mengangkat diri sendiri untuk membela diri atau menegakkan keadilan atas tindak kejahatan kecil. Beberapa mengaku membela diri, mengatakan bahwa mereka takut, meski beberapa korban mereka adalah wanita dan anak-anak yang tidak bersenjata."AS "mengalami kebuntuan," sebut artikel itu. "Daftar hal-hal yang dapat membuat Anda terbunuh di tempat umum terus bertambah setiap harinya. Entah itu penembakan massal atau kebrutalan polisi atau tindakan kekerasan secara acak, Anda hanya perlu bertemu dengan seorang pria yang ketakutan untuk mengalami hari terburuk dan bahkan mungkin hari terakhir dalam hidup Anda."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Pulang ke rumah masih jadi impian yang sulit terwujud bagi banyak pengungsi Lebanon
Indonesia
•
03 Dec 2024

PBB sebut tahap pertama kampanye antipolio di Gaza jangkau 187.000 anak
Indonesia
•
06 Sep 2024

Australia terapkan larangan akses media sosial untuk anak berusia di bawah 16 tahun
Indonesia
•
10 Dec 2025

ITB-Universitas Osaka kerja sama penelitian vaksin
Indonesia
•
05 Mar 2021


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
