
Kebijakan luar negeri Italia tak banyak berubah mengingat prioritas domestik

Sebuah boneka tiup dan papan kuning bertuliskan "Tagihan telah tiba" terlihat di bar Big Mamy di Roma, Italia, pada 17 September 2022. Tagihan listrik bar tersebut untuk periode Juni-Juli melonjak hampir tiga kali lipat secara tahunan menjadi sekitar 2.600 euro (1 euro = Rp15.326). (Xinhua/Jin Mamengni)
Kebijakan luar negeri Italia di bawah kepemimpinan Giorgia Meloni yang dilantik sebagai perdana menteri pada Sabtu (22/10), takkan banyak berubah karena negara ini tengah menghadapi begitu banyak tantangan seperti kenaikan harga, pasokan energi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, atau stabilitas politik secara keseluruhan.
Roma, Italia (Xinhua) – Kebijakan luar negeri Italia di bawah pemerintahan yang baru dilantik menghadapi prioritas domestik yang mendesak, membuat para analis tidak berharap akan melihat perubahan seketika pada aspek ini.Sejumlah pengamat mengatakan kepada Xinhua bahwa Giorgia Meloni, yang dilantik sebagai perdana menteri Italia pada Sabtu (22/10), kemungkinan akan menghadapi begitu banyak tantangan seperti kenaikan harga, pasokan energi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, atau stabilitas politik secara keseluruhan."Ada beberapa elemen Euroskeptik dan pro-Rusia dalam koalisinya, tetapi saya berharap Meloni berhati-hati dalam hal kebijakan luar negeri," kata Riccardo Puglisi, profesor ekonomi publik di Universitas Pavia, kepada Xinhua. "Kemampuan sebuah pemerintahan baru masih terbatas untuk menangani begitu banyak masalah."Gian Franco Gallo, seorang analis urusan politik di ABS Securities di Milan, setuju dengan pandangan ini."Pemerintahan baru di bawah Meloni harus membuktikan bahwa mereka dapat mencapai kemajuan di bidang-bidang domestik utama seperti harga energi dan lapangan kerja," katanya kepada Xinhua. "Jika tidak, itu akan menciptakan perpecahan di dalam koalisinya, dan jika itu terjadi maka semua prioritas pemerintah tidak akan tercapai."Konflik antara Rusia dan Ukraina berdampak dramatis pada Italia, yang pada awalnya merupakan importir gas alam Rusia terbesar kedua di Uni Eropa (UE).Dampak konflik pada harga energi dan rantai pasokan menimbulkan efek riak di seluruh ekonomi Italia, sehingga Dana Moneter Internasional (IMF) bulan ini memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi negara itu menjadi negatif 0,2 persen tahun depan dibandingkan dengan estimasi pertumbuhan positif 0,7 persen dari Juli dan 1,7 persen dari April.
Kepala selang pompa bahan bakar terlihat di sebuah pompa bensin swalayan di Roma, Italia, pada 2 April 2022. (Xinhua/Jin Mamengni)
Sebuah kios buah terlihat di Roma, Italia, pada 1 April 2022. (Xinhua/Jin Mamengni)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Menkeu AS: Tidak legal bagi AS untuk menyita aset bank sentral Rusia
Indonesia
•
19 May 2022

PM sementara Lebanon kunjungi Damaskus, gelar pembicaraan dengan pemimpin ‘de facto’ Suriah
Indonesia
•
13 Jan 2025

Serangan roket tewaskan 10 orang di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel, Hizbullah bantah terlibat
Indonesia
•
28 Jul 2024

China peringatkan Filipina untuk tidak "bermain api" terkait masalah Taiwan
Indonesia
•
17 Jan 2024


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
