
Respons kebijakan perdagangan diskriminatif, China Daratan tangguhkan tarif khusus bahan kimia Taiwan

Foto yang diabadikan pada 14 Desember 2023 ini menunjukkan tanaman dari hutan hujan tropis di Kota Wuzhishan yang dipamerkan dalam Pameran Perdagangan Musim Dingin Produk Pertanian Tropis Internasional China (Hainan) ke-26 di Haikou, Provinsi Hainan, China selatan. Dengan luas area sekitar 80.000 meter persegi, pameran itu dibuka pada Kamis (14/12). Pameran yang berlangsung selama empat hari tersebut akan berfokus pada buah-buahan dan sayuran, biji-bijian dan minyak, produk akuatik, dan e-commer...
Kebijakan perdagangan Taiwan yang mencakup larangan dan pembatasan produk China Daratan, dinilai telah melanggar Perjanjian Kerangka Kerja Sama Ekonomi (ECFA), mendorong Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China memutuskan untuk menangguhkan pengurangan pajak terhadap produk-produk yang telah disebutkan berdasarkan pakta itu.
Beijing, China (Xinhua) – China Daratan akan menangguhkan pengurangan tarif terhadap beberapa bahan kimia dari wilayah Taiwan mengingat tindakan pembatasan perdagangan yang bersifat sepihak dan diskriminatif oleh Taiwan telah melanggar pakta ekonomi antara kedua belah pihak.Mulai 1 Januari 2024, 12 jenis produk kimia dari Taiwan, termasuk propilena dan paraxylene, tidak akan lagi mendapatkan tarif pajak khusus yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerangka Kerja Sama Ekonomi (Economic Cooperation Framework Agreement/ECFA), seperti disampaikan oleh Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China dalam pernyataannya.ECFA merupakan sebuah pakta ekonomi lintas Selat komprehensif yang bertujuan untuk mengurangi hambatan komersial.
Foto dari udara yang diabadikan pada 24 November 2023 ini menunjukkan terminal peti kemas otomatis di Pelabuhan Qinzhou di Qinzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. Berawal dari desa nelayan kecil pada 1992, Pelabuhan Qinzhou di Guangxi, China selatan, telah menjelma menjadi pusat penting internasional modern di sepanjang Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru setelah 30 tahun masa pembangunan. Terminal peti kemas terotomatisasi untuk layanan intermoda kereta-laut telah dibangun di Pelabuhan Qinzhou, bersamaan dengan klaster industri yang berkembang pesat di seksi Pelabuhan Qinzhou di Zona Perdagangan Bebas Percontohan China (Guangxi). (Xinhua/Zhang Ailin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Prancis sebut tidak ada mandat bagi Komisi Eropa untuk hadiri pertemuan "Dewan Perdamaian"
Indonesia
•
20 Feb 2026

Suriah kecam bom mobil maut di Manbij, bersumpah akan hukum pelaku
Indonesia
•
05 Feb 2025

Sedikitnya 25 orang tewas di Gaza akibat serangan israel sebagai respons tembakan Hamas
Indonesia
•
20 Nov 2025

Kematian dalam kecelakaan udara melonjak jadi 334 secara global pada 2024
Indonesia
•
07 Jan 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
