
Operator PLTN Fukushima Jepang didesak jamin keselamatan nuklir pascakebocoran air radioaktif

Orang-orang berunjuk rasa untuk memprotes keputusan pemerintah Jepang dan Tokyo Electric Power Company (TEPCO) membuang air limbah yang terkontaminasi nuklir di depan kantor pusat TEPCO di Tokyo, Jepang, pada 24 Agustus 2023. (Xinhua/Yang Guang)
Kebocoran air radioaktif PLTN Fukushima pada Oktober 2023, menyebabkan lima pekerja secara langsung terpapar limbah cair yang mengandung bahan radioaktif.
Tokyo, Jepang (Xinhua) – Menteri Perekonomian, Perdagangan, dan Perindustrian Jepang Ken Saito pada Rabu (21/2) mendesak operator pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi untuk mengambil langkah-langkah komprehensif guna memastikan keselamatan menyusul serangkaian insiden kebocoran air radioaktif di PLTN tersebut.Saito mengatakan kepada Presiden Tokyo Electric Power Company (TEPCO) Tomoaki Kobayakawa bahwa dia menginginkan "pihak manajemen untuk mengambil langkah-langkah aktif guna mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan keselamatan" setelah berton-ton air yang mengandung bahan radioaktif bocor dari kompleks yang dilanda bencana itu sebelumnya pada bulan ini.Saito mengungkapkan bahwa insiden tersebut telah "memicu kekhawatiran di Jepang maupun luar negeri dan akan menghambat penyelesaian proses penonaktifan PLTN tersebut," seraya menyerukan agar TEPCO menyelidiki semua faktor potensial yang memicu kelalaian manusia (human error) dan berinvestasi dalam teknologi yang menghilangkan kebutuhan akan pengoperasian manual.Kobayakawa menyampaikan permintaan maaf, seraya menuturkan bahwa dari perspektif keselamatan, masalah-masalah itu seharusnya tidak terjadi dan dia menganggapnya sangat serius.Menurut TEPCO, kebocoran tersebut terjadi pada 7 Februari dari saluran yang terhubung ke sebuah perangkat untuk memurnikan air terkontaminasi nuklir yang telah terakumulasi di kompleks itu. Kelalaian manusia diduga menjadi penyebab insiden tersebut, mengingat 10 dari 16 katup pada perangkat itu yang seharusnya tertutup ternyata dalam keadaan terbuka.Pada Oktober tahun lalu, insiden lain terjadi di PLTN yang lumpuh itu. Lima pekerja secara langsung terpapar limbah cair yang mengandung bahan radioaktif.Sang menteri mendesak TEPCO untuk melakukan analisis guna menentukan apakah insiden tersebut memiliki kesamaan.Diguncang gempa bumi bermagnitudo 9,0 yang disusul oleh tsunami pada 11 Maret 2011, PLTN Fukushima mengalami kerusakan inti (core meltdown) yang melepaskan radiasi, mengakibatkan kecelakaan nuklir level 7, level tertinggi dalam Skala Kejadian Nuklir dan Radiologi Internasional (International Nuclear and Radiological Event Scale).PLTN itu telah menghasilkan sejumlah besar air yang tercemar oleh zat radioaktif dari proses pendinginan bahan bakar nuklir di bangunan reaktor, yang saat ini disimpan dalam tangki-tangki di PLTN tersebut.Pada Agustus 2023, Jepang mulai membuang air limbah Fukushima ke Samudra Pasifik, terlepas dari penolakan yang berulang kali disampaikan oleh pemerintah dan masyarakat, kelompok lingkungan hidup, organisasi nonpemerintah, dan gerakan antinuklir di Jepang dan kawasan Pasifik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Telaah – Sepak rerjang Trump runtuhkan hubungan Inggris-AS, picu warga Inggris beralih ke UE
Indonesia
•
21 Jul 2025

AS klaim kesepakatan Selat Hormuz segera tercapai, Iran: Tak ada negosiasi dengan Washington
Indonesia
•
05 Aug 2026

Kepala WHO serukan perlindungan fasilitas perawatan kesehatan di tengah konflik
Indonesia
•
12 Apr 2024

Empat tentara AS tewas, data Pentagon gambarkan meningkatnya dampak konflik dengan Iran
Indonesia
•
27 Jul 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
