
UEA peringatkan adanya upaya kelompok ekstremis rekrut kaum muda

Pemandangan Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Nick Fewings di Unsplash)
Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (Xinhua/Indonesia Window) – Uni Emirat Arab (UEA) memperingatkan bahwa kelompok-kelompok ekstremis berusaha merekrut kaum muda di negara tersebut melalui pesan-pesan yang bersifat manipulatif secara emosional, mendorong keluarga dan masyarakat untuk tetap waspada.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial pada Selasa (24/2), Departemen Keamanan Negara UEA mengatakan bahwa kelompok-kelompok seperti itu menggunakan retorika yang memutarbalikkan fakta dan menyalahartikan konsep guna menarik kaum muda ke arah ideologi radikal.
Peringatan tersebut disertai dengan sebuah video kampanye kesadaran yang mengilustrasikan bagaimana radikalisasi dapat dimulai secara halus, membuat seseorang mengadopsi pandangan ekstrem, mengisolasi diri mereka sendiri, dan menyebarkan intoleransi.
Departemen itu menekankan bahwa keamanan nasional merupakan tanggung jawab bersama dan mengimbau masyarakat untuk melaporkan aktivitas yang mencurigakan.
Pada Selasa yang sama, Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden UEA, menyerukan kewaspadaan untuk melawan ideologi ekstremis dan melindungi masyarakat yang terbuka dan toleran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Afsel minta Mahkamah Internasional hentikan serangan Israel ke Rafah
Indonesia
•
11 May 2024

Jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza bertambah jadi 36.550 orang
Indonesia
•
05 Jun 2024

AS perpanjang gencatan senjata dengan Iran
Indonesia
•
22 Apr 2026

COVID-19 – AS izinkan suntikan pertama vaksin untuk anak
Indonesia
•
30 Oct 2021


Berita Terbaru

Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel
Indonesia
•
12 May 2026

Ganggu penerbangan sipil, Israel minta pesawat militer AS tinggalkan bandara Ben Gurion
Indonesia
•
12 May 2026

Menteri kabinet senior Inggris desak PM Starmer tetapkan jadwal pengunduran dirinya
Indonesia
•
12 May 2026

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026
