Houthi Yaman sebut akan targetkan "semua kapal asing" yang terkait dengan Israel

Foto yang diabadikan di Sanaa, Yaman, pada 18 April 2025 ini menunjukkan juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, sedang menyampaikan pernyataan di depan massa aksi unjuk rasa yang digelar untuk memprotes serangan udara Amerika Serikat di pelabuhan bahan bakar Ras Isa, Yaman, dan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
Kelompok bersenjata Houthi di Yaman mengatakan bahwa pihaknya akan mulai menargetkan semua kapal asing yang terkait dengan Israel, terlepas dari tujuan mereka.
Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Ahad (27/7) malam waktu setempat, kelompok bersenjata Houthi di Yaman mengatakan bahwa pihaknya akan mulai menargetkan "semua kapal asing yang terkait dengan Israel ... terlepas dari tujuan mereka," sebagai bentuk pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai operasi "blokade dan kelaparan" Israel terhadap Gaza."Eskalasi ini mencakup penargetan semua kapal milik perusahaan mana pun yang berurusan dengan pelabuhan Israel, tanpa memandang kewarganegaraan mereka dan di mana pun mereka berada, (selama masih berada) dalam jangkauan pasukan kami," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, dalam pernyataannya yang disiarkan oleh al-Masirah TV, stasiun televisi yang dikelola Houthi."Kami memperingatkan semua perusahaan untuk menghentikan hubungan mereka dengan pelabuhan Israel, mulai dari waktu pernyataan ini dirilis," katanya, seraya menyerukan kepada semua negara untuk menekan Israel agar menghentikan agresi dan mencabut blokade di Jalur Gaza "jika mereka ingin menghindari eskalasi ini."Sebelumnya pada bulan ini, kelompok Houthi mengeklaim bertanggung jawab atas penenggelaman dua kapal komersial, yakni Magic Seas dan Eternity C, di Laut Merah. Pada 2024 saja, kelompok tersebut telah menyerang dan menenggelamkan empat kapal. Pada 2023, mereka menyita kapal Galaxy Leader dan menahan awaknya, yang kemudian dibebaskan melalui mediasi Oman, meski kapal tersebut masih berada dalam penguasaan Houthi.Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, telah menargetkan kapal-kapal Israel dan yang terkait dengan Israel di Laut Merah sejak November 2023 untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina, sebagai aksi solidaritas bagi rakyat Palestina dan upaya untuk menekan Israel agar mengakhiri operasi militernya di Gaza.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

PM Kamboja tegaskan kembali kesediaannya untuk "gencatan senjata segera dan tanpa syarat" di perbatasan dengan Thailand
Indonesia
•
28 Jul 2025

Majelis Umum PBB serukan pendudukan Israel di Palestina diakhiri dalam 1 tahun
Indonesia
•
20 Sep 2024

Legislator tertinggi China serukan peningkatan pertukaran parlementer dengan ASEAN
Indonesia
•
25 Nov 2022

Biden beri grasi kepada anggota keluarga di hari terakhir masa jabatannya
Indonesia
•
22 Jan 2025
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
