
Kemenlu China tegaskan kebijakan nuklir negaranya konsisten dan jelas

Para staf bekerja di sebuah pabrik pembuatan masker medis di Tangshan, Provinsi Hebei, China utara, pada 30 Maret 2020. (Xinhua/Yang Shiyao)
Kebijakan nuklir China konsisten dan jelas karena mengikuti strategi nuklir untuk pertahanan diri dan mematuhi kebijakan no-first-use, yaitu kebijakan untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu selama musuh tidak menggunakan senjata nuklir untuk menyerang.
Beijing, China (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) seharusnya mempertimbangkan kebijakan nuklirnya dengan serius serta menjalankan tanggung jawab khusus dan utamanya dalam pelucutan senjata nuklir, sehingga menciptakan kondisi untuk mencapai tujuan akhir, yaitu pelucutan senjata nuklir yang lengkap dan menyeluruh, demikian kata juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Rabu (30/11).Juru Bicara Kemenlu China Zhao Lijian menyampaikan pernyataan itu pada taklimat pers rutin sebagai tanggapan atas laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan AS, yang menuduh bahwa persenjataan nuklir China kemungkinan akan meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 1.500 hulu ledak pada 2035 nanti.Dikatakan oleh Zhao bahwa AS membesar-besarkan berbagai versi narasi "ancaman China" hanya demi menemukan dalih untuk mengembangkan persenjataan nuklirnya dan mempertahankan dominansi militernya dalam beberapa tahun terakhir."Dunia tahu betul bahwa ini adalah taktik andalan Amerika Serikat," kata Zhao.Zhao mengatakan bahwa kebijakan nuklir China konsisten dan jelas, yang mengikuti strategi nuklir untuk pertahanan diri dan mematuhi kebijakan no-first-use, yaitu kebijakan untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu selama musuh tidak menggunakan senjata nuklir untuk menyerang. China secara maksimal membatasi pengembangan kemampuan nuklirnya dan menjaga kemampuan tersebut pada tingkat minimum seperti yang ditetapkan oleh keamanan nasional. "China tidak pernah ambil bagian dalam segala bentuk perlombaan senjata."Mengingat AS memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, Zhao mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, pihak AS terus meningkatkan "nuclear triad" atau tiga kekuatan nuklirnya, serta memperkuat peran senjata nuklir dalam kebijakan keamanan nasionalnya.Menurut Zhao, hingga saat ini AS masih berpegang teguh pada kebijakan penangkalan nuklir berdasarkan penggunaan pertama senjata nuklir, serta secara terbuka merancang strategi penangkalan nuklir terhadap negara-negara tertentu.Lebih lanjut, Zhao mengatakan bahwa AS juga terlibat dalam kerja sama kapal selam nuklir dengan Inggris dan Australia, yang melanggar maksud dan tujuan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT).Zhao mendesak AS agar meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan logika hegemonik, berhenti mengganggu stabilitas strategis global, serta mengurangi persenjataan nuklirnya secara substansial dan substantif, sehingga dapat menciptakan kondisi untuk mencapai tujuan akhir, yaitu pelucutan senjata nuklir yang lengkap dan menyeluruh.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi sediakan layanan transfer pekerja rumah tangga secara elektronik
Indonesia
•
10 Mar 2022

COVID-19 – Penerbangan internasional Arab Saudi berdasarkan perkembangan pandemik
Indonesia
•
10 Sep 2020

China serukan jalan tanpa hambatan bagi keanggotaan Palestina di PBB
Indonesia
•
14 May 2024

Jamaah umroh ditanggung penuh asuransi
Indonesia
•
06 Jan 2020


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
