Taiwan kecam ‘ancaman’ keselamatan penerbangan dari balon udara China

Ilustrasi. (Kelly on Pexels)
Kementerian Pertahanan Taiwan mengecam Beijing karena mengirimkan balon udara melintasi garis tengah yang memisahkan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut dan China.
Jakarta (Indonesia Window) – Kementerian Pertahanan Taiwan pada Sabtu mengecam Beijing karena mengirimkan balon udara melintasi garis tengah yang memisahkan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut dan China.Taipei menyatakan bahwa balon tersebut menimbulkan “ancaman serius” terhadap rute penerbangan dan merupakan bentuk pelanggaran.China menegklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan tekanan militer dan politik dengan mengirimkan jet tempur dan kapal angkatan laut dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekitar Pulau Formosa.Pada bulan Desember, Kementerian Pertahanan Taiwan mulai melaporkan kemunculan balon-balon udara China di sekitar Taiwan, mencatat setidaknya empat insiden di mana balon-balon tersebut terbang tepat di atas pulau seluas 36.197 kilometer persegi itu.“Berdasarkan jalur penyimpangannya baru-baru ini, (balon-balon tersebut) telah menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan banyak rute penerbangan internasional,” kata Kementerian Pertahanan Nasional dalam sebuah pernyataan yang mengecam “pengabaian China terhadap keselamatan penerbangan”.Kementerian itu juga merilis ilustrasi pada Sabtu yang menunjukkan dua balon China yang dikatakan telah melintasi garis median sehari sebelumnya, dan satu balon berada tepat di atas Pulau Formosa.“Tujuan utama dari deteksi balon baru-baru ini adalah pelanggaran ‘zona abu-abu’ dalam upaya menggunakan perang kognitif untuk memengaruhi moral masyarakat kita,” tambahnya.Taktik ‘zona abu-abu’ mengacu pada tindakan agresif yang dilakukan oleh suatu negara yang tidak melakukan peperangan terbuka – yang menurut banyak ahli ditunjukkan dengan apa yang dilakukan China terhadap Taiwan dengan unjuk kekuatan militernya yang hampir setiap hari dilakukan di sekitar pulau tersebut.“Kami menyerukan segera diakhirinya praktik ini untuk memastikan keselamatan penerbangan di wilayah tersebut,” kata kementerian tersebut.Pernyataan itu muncul sepekan sebelum pemilihan presiden Taiwan, yang akan menentukan masa depan hubungan Taipei dengan Beijing, tergantung pada siapa yang dipilih oleh para pemilih.Sejak terpilihnya Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada tahun 2016, China telah memutuskan semua komunikasi tingkat tinggi dengan pemerintahannya karena tidak mengakui kedaulatan Beijing atas pulau tersebut.Sumber: AFPLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Unjuk rasa digelar di Denmark, protes kunjungan Wapres AS ke Greenland
Indonesia
•
30 Mar 2025

COVID-19 – Presiden Taiwan terima vaksin Medigen buatan dalam negeri
Indonesia
•
23 Aug 2021

Biden klarifikasi dirinya tak anggap pendukung Trump sebagai ancaman
Indonesia
•
04 Sep 2022

Haji1442 – Kepresidenan umumkan kesiapan terima jamaah 2021
Indonesia
•
14 Jun 2021
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
