China: AS adalah sumber persenjataan terbesar dalam perang di Ukraina

Seorang demonstran memegang sebuah slogan dalam aksi unjuk rasa antiperang di Washington DC, Amerika Serikat, pada 19 Februari 2023. (Xinhua/Liu Jie)
Kemitraan strategis komprehensif Rusia-China dibangun atas dasar nonaliansi, nonkonfrontasi, dan tidak menargetkan pihak ketiga mana pun, yang berada dalam hak kedaulatan dua negara merdeka mana pun.
Beijing, China (Xinhua) – Juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Selasa (21/2) membantah klaim palsu dari beberapa pejabat Amerika Serikat (AS), dengan mengatakan bahwa ada cukup banyak fakta yang menunjukkan karakter asli AS sebagai sumber masalah, alih-alih "pembela perdamaian" bagi dunia.Menyoroti AS sebagai sumber persenjataan terbesar dalam medan perang di Ukraina, Jubir Kemenlu China Wang Wenbin mengatakan dalam konferensi pers harian bahwa pihak AS baru-baru ini mengumumkan bantuan militer tambahan senilai 500 juta dolar AS kepada Ukraina."Ini membuat orang bertanya-tanya apa tujuan AS dengan memberikan klaim menyesatkan bahwa China memberikan senjata, dan apakah AS menganggapnya masuk akal dengan memberi tahu dunia bahwa pihaknya mendambakan perdamaian, tetapi hanya berdiam dan menyaksikan industri pertahanannya menghasilkan banyak uang," tutur Wang."Kita semua melihat apa yang dilakukan AS di Afghanistan dengan strateginya 'bertempur sampai orang Afghanistan terakhir'. Apakah sekarang AS ingin Ukraina 'berperang sampai orang Ukraina terakhir'?" tanyanya.Wang menekankan bahwa koordinasi kemitraan strategis komprehensif Rusia-China dibangun atas dasar nonaliansi, nonkonfrontasi, dan tidak menargetkan pihak ketiga mana pun, yang berada dalam hak kedaulatan dua negara merdeka mana pun."Kami tidak menerima tudingan atau bahkan pemaksaan dari pihak AS yang menargetkan hubungan China-Rusia," imbuhnya.Pihak AS harus secara serius merenungkan apa yang dilakukannya, berhenti memprovokasi atau mengambil keuntungan dari perbuatannya, dan tetap benar-benar berkomitmen untuk mempromosikan pembicaraan damai seperti yang dilakukan China, kata Wang.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Rusia usir wartawan Jerman usai kantor media lokalnya ditutup otoritas Jerman
Indonesia
•
29 Nov 2024

Otoritas Saudi izinkan tempat duduk penuh di penerbangan domestik
Indonesia
•
12 Aug 2021

PM Li sebut China dan AS bisa dan harus bekerja sama
Indonesia
•
14 Mar 2023

Arab Saudi layani 100.000 jamaah umroh asing sejak 1 November 2020
Indonesia
•
08 Feb 2021
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
