
PBB: Sedikitnya 17.000 anak hidup tanpa pendamping di Gaza

Seorang anak menerima perawatan medis di Rumah Sakit Nasser setelah serangan udara Israel, di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 18 November 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Kesehatan mental anak-anak Palestina sangat terdampak, dengan mereka menunjukkan tingkat kecemasan yang sangat tinggi, kehilangan nafsu makan, insomnia, dan kepanikan setiap kali mendengar pengeboman.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Sedikitnya 17.000 anak di Jalur Gaza saat ini hidup tanpa didampingi atau terpisah dari orang tua atau kerabat mereka, demikian menurut estimasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (2/2).Berbicara dari Yerusalem, Jonathan Crickx, kepala komunikasi di Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) untuk Negara Palestina, mengatakan bahwa angka tersebut setara dengan satu persen dari 1,7 juta warga yang mengungsi di Gaza. Total populasi di daerah kantong itu tercatat sekitar 2,3 juta jiwa.Crickx, yang mengunjungi Gaza pekan ini, mengatakan bahwa dirinya bertemu dengan 12 anak di sana, tiga di antaranya telah kehilangan orang tua mereka."Di balik setiap statistik itu terdapat seorang anak yang harus menerima kenyataan baru yang mengerikan ini," katanya.
Anak-anak terlihat setelah hujan turun di sebuah kamp darurat di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 28 Januari 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)
Seorang anak dirawat di rumah sakit darurat di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 25 Januari 2024. Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah melampaui 27.000 orang, demikian pernyataan Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza pada Kamis (1/2/2024). (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Li Qiang: China terbuka bagi talenta asing dari seluruh dunia
Indonesia
•
05 Feb 2024

PBB sebut tambahan 360 miliar dolar AS per tahun diperlukan untuk capai kesetaraan gender pada 2030
Indonesia
•
08 Sep 2023

Sejumlah ahli sebut risiko epidemi mpox di Eropa rendah meski terdapat varian baru
Indonesia
•
20 Aug 2024

Feature – Kisah dua mahasiswa Indonesia jajal kereta cepat, nikmati liburan Festival Musim Semi di China
Indonesia
•
07 Feb 2026


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
