
Pernyataan Trump soal Greenland picu kegelisahan di Eropa, isyaratkan perpecahan AS-Eropa makin dalam

Foto yang diabadikan pada 22 Mei 2024 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Ketertarikan Trump terhadap Greenland bermula sejak masa kepresidenannya yang pertama. Pada 2019, Trump mengusulkan untuk membeli wilayah tersebut, sebuah langkah yang segera ditolak oleh Denmark dan dianggap "tidak masuk akal" oleh Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.
Aasiaat, Greenland (Xinhua/Indonesia Window) – Sebelum masa jabatan keduanya dimulai, presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan serangkaian pernyataan ekspansionis, termasuk mengusulkan penggunaan langkah militer atau ekonomi untuk mencaplok Greenland.Pernyataan Trump itu menimbulkan kekhawatiran yang meluas di seluruh Eropa.Greenland, pulau terbesar di dunia dengan jumlah populasi sekitar 60.000 jiwa, merupakan wilayah Denmark yang berpemerintahan sendiri (otonomi).Ketertarikan Trump terhadap Greenland bermula sejak masa kepresidenannya yang pertama. Pada 2019, Trump mengusulkan untuk membeli wilayah tersebut, sebuah langkah yang segera ditolak oleh Denmark dan dianggap "tidak masuk akal" oleh Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.Menyusul pernyataan Trump baru-baru ini, Frederiksen menuturkan bahwa Greenland telah menegaskan bahwa pulau tersebut "tidak dijual dan tidak akan dijual di masa mendatang."Kanselir Jerman Olaf Scholz menyampaikan bahwa perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat merupakan prinsip dasar hukum internasional, yang berlaku untuk setiap negara, terlepas dari ukuran atau kekuatannya.Para analis yakin ketertarikan baru Trump terhadap Greenland tampaknya berasal dari motif strategis dan simbolis. Wilayah Arktik itu terbilang sangat penting secara geopolitik mengingat kandungan mineralnya yang kaya dan lokasinya yang dekat dengan rute maritim utama. Retorika Trump kerap kali menekankan keamanan nasional AS dan perluasan pengaruh AS di wilayah-wilayah yang kaya dengan sumber daya.Pernyataan kontroversial Trump meningkatkan kekhawatiran perihal masa depan hubungan AS-Eropa, dengan para pakar memperingatkan bahwa perpecahan itu berpotensi makin dalam usai pelantikannya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel setujui ribuan permukiman baru di Tepi Barat, langgar hukum internasional
Indonesia
•
04 Jun 2026

COVID-19 – Komisi Eropa pastikan kualitas vaksin Sputnik V Rusia
Indonesia
•
19 Mar 2021

COVID-19 – Varian baru Omicron picu pembatasan global
Indonesia
•
27 Nov 2021

UE capai kesepakatan penting tentang undang-undang AI
Indonesia
•
10 Dec 2023


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
