Survei: Semakin banyak warga dukung Australia jadi kekuatan menengah independen alih-alih sekutu AS

Seorang pria mengajari putrinya cara menerbangkan layang-layang dalam festival layang-layang Kite Fest di National Arboretum Canberra di Canberra, Australia, pada 1 Oktober 2023. National Arboretum Canberra mengadakan festival layang-layang tahunan mereka, Kite Fest, di Canberra pada Minggu (1/10). Pengunjung dapat menikmati berbagai acara seperti berbagai pilihan jajanan, kelas pembuatan layang-layang, peragaan layang-layang, hiburan langsung, dan piknik. (Xinhua/Chu Chen)
Ketidakstabilan global dinilai menjadikan perdagangan lebih mahal dan 57 persen warga Australia mengatakan bahwa hal itu akan melemahkan upaya untuk memecahkan berbagai permasalahan termasuk perubahan iklim.
Canberra, Australia (Xinhua) – Semakin banyak warga Australia yang meyakini negara mereka harus berusaha menjadi kekuatan menengah yang independen alih-alih sekadar sekutu Amerika Serikat (AS), demikian temuan dari sebuah jajak pendapat.Dipublikasikan oleh harian Inggris, The Guardian, dalam edisi daring Australia pada Selasa (12/3), jajak pendapat itu menemukan bahwa 38 persen warga Australia mengatakan bahwa peran negara mereka dalam berbagai urusan global seharusnya adalah sebagai kekuatan menengah yang independen.Sebanyak 25 persen warga Australia mengatakan bahwa negara itu harus berupaya semaksimal mungkin untuk tidak terlibat dalam berbagai urusan dunia, sementara 17 persen lainnya tidak yakin.Jajak pendapat itu menemukan bahwa 63 persen warga Australia menyatakan diri mereka sebagai pihak yang khawatir atas tindakan militer Israel di Gaza. Sebanyak 37 persen warga Australia menuturkan Israel harus menarik diri secara permanen dari tindakan militernya di Gaza, dua kali lebih banyak dari 18 persen warga Australia yang mendukung kelanjutan aksi militer tersebut.Dua pertiga partisipan jajak pendapat itu mengatakan bahwa mereka yakin dunia sangat atau cukup terpecah belah dan 10 persen lainnya menggambarkan dunia sedang bersatu.Sebanyak 68 persen warga Australia menyepakati bahwa ketidakstabilan global menjadikan perdagangan lebih mahal dan 57 persen warga Australia mengatakan bahwa hal itu akan melemahkan upaya untuk memecahkan berbagai permasalahan termasuk perubahan iklim.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Hamas akan hentikan negosiasi gencatan senjata jika Israel serang Rafah
Indonesia
•
03 May 2024

Penasihat khusus dapatkan surat perintah penggeledahan akun Twitter Donald Trump
Indonesia
•
11 Aug 2023

COP26: Dunia menanti janji negara-negara untuk cegah bencana iklim
Indonesia
•
31 Oct 2021

Utusan China serukan tindakan untuk mitigasi dampak meluasnya konflik Gaza di Suriah
Indonesia
•
28 Feb 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
