
IAEA sebut ketinggian air di kolam pendingin PLTN Zaporizhzhia terus menurun

Foto yang diabadikan pada 29 Maret 2023 ini menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina selatan. (Xinhua/Victor)
Ketinggian air di kolam pendingin pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina, yang sangat penting bagi keamanan nuklir fasilitas tersebut, terus menurun selama beberapa pekan terakhir.
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Ketinggian air di kolam pendingin pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina, yang sangat penting bagi keamanan nuklir fasilitas tersebut, terus menurun selama beberapa pekan terakhir, demikian disampaikan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) pada Jumat (2/8)."Jika tren ini terus berlanjut, staf PLTN Zaporizhzhia mengonfirmasikan bahwa memompa air dari kolam akan segera menjadi hal yang menantang," kata IAEA dalam sebuah pernyataan. "Menjaga ketinggian air kolam menjadi lebih sulit karena cuaca musim panas yang terik.""Menurunnya ketinggian air di kolam pendingin masih menjadi sumber kekhawatiran yang potensial," kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi, seraya menambahkan bahwa badan tersebut akan terus memantau dan mengamati situasi di PLTN itu secara saksama guna memastikan pasokan air pendingin yang cukup bagi kebutuhan pembangkit tersebut setiap saat.
Rafael Grossi, director general of the International Atomic Energy Agency (IAEA), speaks at a special meeting of the IAEA Board of Governors in Vienna, Austria, on April 11, 2024. The head of the International Atomic Energy Agency (IAEA) on Thursday called for "maximum restraint" after Sunday's drone attacks on the Zaporizhzhia nuclear power plant (ZNPP), which he said have significantly increased the risk of a nuclear accident. (IAEA/Handout via Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Polusi ozon ancam kesehatan vegetasi
Indonesia
•
13 Oct 2022

Tim arkeolog temukan makam dan fondasi rumah kuno di Liaoning, China timur laut
Indonesia
•
07 Sep 2023

Aliansi konservasi macan tutul salju didirikan di Qinghai, China
Indonesia
•
25 Oct 2023

Sekumpulan makam kuno ditemukan di China timur laut
Indonesia
•
27 May 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
