
Astronaut Shenzhou-19 lakukan eksperimen baru di stasiun luar angkasa

Gambar simulasi yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 30 Oktober 2024 ini menunjukkan pesawat luar angkasa berawak Shenzhou-19 melakukan penambatan (docking) di porta depan modul inti stasiun luar angkasa Tianhe. (Xinhua/Han Qiyang)
Awak Shenzhou-19 China yang berada di stasiun luar angkasa Tiangong yang mengorbit telah melakukan berbagai eksperimen sejak awal 2025, termasuk uji coba terhadap robot inspeksi jalur pipa dan kedokteran.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Awak Shenzhou-19 China yang berada di stasiun luar angkasa Tiangong yang mengorbit telah melakukan berbagai eksperimen sejak awal 2025, termasuk uji coba terhadap robot inspeksi jalur pipa, demikian disampaikan Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA).Para astronaut menempatkan robot di dalam jalur pipa simulasi, menyalakannya, dan menekan tombol tugas untuk mengaktifkan robot. Setelah menuntaskan tugas inspeksi, robot kembali ke pintu masuk jalur pipa, kemudian diambil oleh para astronaut.Eksperimen ini memvalidasi sejumlah teknologi utama, termasuk desain robot untuk beradaptasi dengan berbagai jalur pipa yang kompleks dan kontrol gerakan seluruh tubuh terkoordinasi multitahap di lingkungan jalur pipa yang menantang, menciptakan landasan teknis yang kuat untuk inspeksi jalur pipa otomatis di stasiun luar angkasa, papar CMSA.Sementara itu, dalam melakukan eksperimen kedokteran luar angkasa, tim itu menggunakan peralatan dan perangkat lunak elektroensefalografi untuk melakukan sejumlah tes.Data yang dikumpulkan akan membantu para peneliti yang berbasis di Bumi untuk mengeksplorasi berbagai area seperti dampak gravitasi terhadap pemrosesan gerakan visual dan efek intervensi musik gelombang otak dalam mengatur fungsi kontrol penghambatan selama penerbangan luar angkasa berdurasi panjang, menurut CMSA.Tim ini menggunakan berbagai perangkat untuk mengumpulkan data tentang tekanan plantar dan kinematika sendi, dan mendapatkan gambar bergerak dari latihan lari dan ketahanan dengan beban yang berbeda-beda, mengungkap hubungan antara parameter gerak dan tekanan plantar.Selain itu, para astronaut mengenakan perangkat yang melacak pergerakan dan detak jantung mereka, serta mengisi survei kualitas tidur setiap pekan untuk mengeksplorasi bagaimana lingkungan luar angkasa berdampak terhadap ritme sirkadian manusia.Bekerja sama dengan para peneliti di Bumi, para awak melakukan latihan darurat tekanan di seluruh sistem, yang menyimulasikan seluruh proses tanggap darurat jika terjadi kehilangan tekanan internal di stasiun luar angkasa.Latihan ini meningkatkan keterampilan para astronaut dalam menangani situasi darurat dan meningkatkan koordinasi antara tim luar angkasa dan tim Bumi, kata CMSA.China meluncurkan pesawat luar angkasa berawak Shenzhou-19 pada 30 Oktober tahun lalu, mengirim tiga astronaut, yaitu Cai Xuzhe, Song Lingdong, dan Wang Haoze, ke stasiun luar angkasa yang mengorbit untuk menjalankan misi selama enam bulan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Provinsi pegunungan di China adopsi teknologi AI dalam bidang pertanian
Indonesia
•
12 Sep 2024

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Roket komersial China luncurkan 4 satelit dari laut
Indonesia
•
07 Sep 2023

Studi: Aktivitas yang menstimulasi mental saat rehat miliki kaitan dengan otak yang lebih sehat
Indonesia
•
23 Dec 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
