Kejaksaan Korsel dakwa Presiden Yoon atas tuduhan pemberontakan

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, yang ditahan pihak berwenang, menghadiri sidang pemakzulannya yang keempat di mahkamah konstitusi di Seoul, Korea Selatan, pada 23 Januari 2025. (Xinhua/Pool/SeongJoon Cho)
Kim Yong-hyun didakwa menyatakan darurat militer yang tidak konstitusional dan ilegal serta mengirimkan pasukan bersenjata ke Majelis Nasional Korsel.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) - Kejaksaan Korea Selatan (Korsel) mendakwa Presiden Yoon Suk-yeol atas tuduhan pemberontakan, lapor beberapa media pada Ahad (26/1).Yoon ditahan dan diadili sebagai tersangka pemimpin pemberontakan, sekaligus menjadi presiden petahana pertama di Korsel yang secara resmi ditahan dan didakwa.Yoon dituduh bersekongkol dengan mantan menteri pertahanan Korsel Kim Yong-hyun, yang telah terlebih dahulu didakwa dalam penahanan. Kim Yong-hyun didakwa menyatakan darurat militer yang tidak konstitusional dan ilegal serta mengirimkan pasukan bersenjata ke Majelis Nasional Korsel.Setelah menerima kasus Yoon dari badan anti-korupsi, kejaksaan Korsel meminta perpanjangan penahanan Yoon sebanyak dua kali untuk melakukan investigasi tambahan. Akan tetapi, Pengadilan Distrik Pusat Seoul berulang kali menolak perpanjangan penahanan tersebut untuk membawa Yoon ke sidang pengadilan sesegera mungkin.Surat perintah untuk menahan Yoon hingga 20 hari, termasuk masa penahanan, dikeluarkan oleh pengadilan lain di Seoul pada 19 Januari lalu.Yoon ditangkap di kantor kepresidenan pada 15 Januari.Mosi untuk memakzulkan Yoon telah disahkan melalui Majelis Nasional Korsel pada 14 Desember tahun lalu dan diserahkan ke pengadilan konstitusional untuk dibahas selama 180 hari. Selama periode itu, kekuasaan kepresidenan Yoon ditangguhkan.Yoon mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember malam waktu setempat. Namun, deklarasi tersebut dicabut oleh Majelis Nasional Korsel beberapa jam kemudian.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Oil Fund Norwegia cabut investasi dari perusahaan Israel yang beroperasi di Tepi Barat dan Gaza
Indonesia
•
21 Aug 2025

Jual kendaraan di bawah standar keselamatan, 10 produsen mobil di Korsel dijatuhi denda
Indonesia
•
22 Mar 2024

Uni Eropa usut kegagalan Italia batasi penggunaan plastik sekali pakai
Indonesia
•
25 May 2024

Pengadilan Korsel keluarkan surat perintah penangkapan untuk Yoon Suk-yeol
Indonesia
•
02 Aug 2025
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
