
Kisah – Petani Suriah lestarikan teknik pembuatan sutra tradisional berusia ribuan tahun

Muhammad Saud, salah satu dari sedikit petani sutra yang tersisa di Suriah, menunjukkan kepompong ulat sutra di sanggar rumahnya yang terletak di Desa Deir Mama, Provinsi Hama, Suriah barat-tengah, pada 17 November 2022. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Teknik pembuatan sutra tradisional di desa pegunungan Deir Mama di Provinsi Hama, Suriah tengah, telah berusia setidaknya 2.000 tahun, namun terancam punah oleh perang.
Deir Mama, Suriah (Xinhua) – Meski dia mengetahui bahwa keterampilan pembudidayaan ulat sutra hampir punah di Suriah yang dilanda perang, Muhammad Saud, salah satu dari sedikit petani sutra yang tersisa di negara itu, mengalihfungsikan sebagian rumahnya menjadi museum sutra, untuk menghormati teknik pembiakan tradisional ulat sutra dari leluhurnya.Kendati perdagangan tradisional itu tidak dapat memberikan nafkah untuk keluarganya di tengah sulitnya situasi ekonomi di Suriah setelah perang berlangsung selama 11 tahun, Saud beserta istri dan anak-anaknya, yang tinggal di desa pegunungan Deir Mama di Provinsi Hama, Suriah tengah, masih tertarik menggeluti budi daya ulat sutra dan pembuatan sutra.Bagi keluarga Suriah tersebut, yang mewarisi keterampilan kuno itu dari leluhur mereka, memelihara ulat sutra, dan menyaksikan hewan itu membuat kepompong di atas pohon murbei menjadi kegembiraan tiada duanya.Hal itu diwariskan turun-temurun dalam keluarga, kata Saud kepada Xinhua di museum sutra pribadinya. Dia masih menggunakan alat tenun berusia 180 tahun untuk membuat pakaian sutra dan alat pemintal kayu berusia 120 tahun untuk memintal sutra.
Muhammad Saud, salah satu dari sedikit petani sutra yang tersisa di Suriah, menunjukkan deretan lukisan yang terbuat dari sutra di sanggar rumahnya yang berada di Desa Deir Mama, Provinsi Hama, Suriah barat-tengah, pada 17 November 2022. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Muhammad Saud, salah satu dari sedikit petani sutra yang tersisa di Suriah, bekerja membuat sutra dengan sebuah alat tenun bersama sang istri di sanggar rumahnya yang berada di Desa Deir Mama, Provinsi Hama, Suriah barat-tengah, pada 17 November 2022. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Patung-patung perunggu kuno unik ditemukan di spa termal di Tuscany, Italia
Indonesia
•
10 Nov 2022

Kebakaran hutan di Spanyol hanguskan 4.000 hektare lahan, 1.500 warga mengungsi
Indonesia
•
28 Mar 2023

China gandeng masyarakat internasional untuk lawan proteksionisme dan perundungan saintek
Indonesia
•
15 Oct 2022

Kualitas Udara di New Delhi kian buruk, otoritas India kembali terapkan pembatasan lebih ketat
Indonesia
•
18 Jan 2025


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
