
Komite teknokratik pengelola Gaza bersiap masuk ke Jalur Gaza saat korban jiwa berjatuhan kembali

Foto yang diabadikan pada 15 Januari 2026 ini menunjukkan para pedagang di dekat bangunan yang rusak di Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Komite teknokratik pengelola Gaza akan mulai bekerja sesegera mungkin setelah memasuki Jalur Gaza dan akan mengambil alih pengawasan terhadap seluruh badan administratif di wilayah kantong tersebut.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) - Anggota komite teknokratik yang ditugaskan mengelola Jalur Gaza sedang bersiap memasuki wilayah kantong tersebut guna memulai tugas mereka, demikian menurut seorang sumber Palestina pada Ahad (25/1).
Sumber tersebut, yang dekat dengan komite teknokratik itu dan menolak disebutkan namanya, mengatakan kepada Xinhua bahwa para anggota diperkirakan akan memasuki Jalur Gaza pada Rabu (28/1) atau Kamis (29/1), kecuali jika perkembangan situasi di lapangan menghalangi kedatangan mereka.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) dan Nickolay Mladenov, selaku "perwakilan tinggi untuk Gaza" dari "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) yang dipimpin AS, telah menjalin kontak dengan pihak Israel guna mengatur proses masuknya komite ke Jalur Gaza, kata sumber itu.
Menurut sumber tersebut, kantor pusat komite akan berlokasi di Jalur Gaza bagian barat, yakni sebuah area di mana pasukan Israel telah menarik diri.
Komite akan mulai bekerja sesegera mungkin setelah memasuki Jalur Gaza dan akan mengambil alih pengawasan terhadap seluruh badan administratif di wilayah kantong tersebut, tuturnya.
Dalam tahap awalnya, pekerjaan komite akan berfokus pada implementasi rencana bantuan darurat, peningkatan bantuan kemanusiaan, penanganan sektor kesehatan, serta upaya mengatasi kelangkaan obat-obatan dan peralatan medis.
Tugas-tugas tersebut ditetapkan karena sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa tiga warga Palestina tewas pada Minggu akibat tembakan militer Israel di Jalur Gaza, sementara empat lainnya terluka akibat serangan drone.
Rumah Sakit Baptist (Baptist Hospital) dalam sebuah pernyataan pers menyebutkan bahwa dua warga Palestina tewas akibat tembakan militer Israel di luar zona pengerahan pasukan mereka di kawasan Tuffah, timur Gaza City.
Dalam insiden terpisah, Rumah Sakit Nasser di Khan Younis dalam sebuah pernyataan pers mengatakan bahwa seorang warga Palestina tewas akibat tembakan militer Israel di Jalur Gaza selatan.
Sementara itu, sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan bahwa empat orang terluka akibat serangan drone yang menargetkan atap sebuah bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat serangan Israel di Gaza City tengah.
Militer Israel masih belum memberikan komentar terkait insiden-insiden ini.
Dalam laporan harian, otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza mengatakan jumlah korban tewas sejak berlakunya gencatan senjata pada 10 Oktober 2025 telah bertambah menjadi 484 orang, dengan 1.321 lainnya luka-luka. Hal ini menjadikan jumlah korban tewas sejak 7 Oktober 2023 mencapai 71.657 orang, dengan 171.399 lainnya luka-luka.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Swedia naikkan tingkat ancaman teroris ke level ‘high’
Indonesia
•
18 Aug 2023

UE perluas investigasi terhadap platform media sosial X
Indonesia
•
18 Jan 2025

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Menlu China: Hubungan baik China-Inggris dukung pembangunan dunia
Indonesia
•
21 Feb 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
