
Kompetisi TIK Huawei 2026 perkuat kesiapan talenta digital ASEAN

Tim dari Bulacan State University Filipina menerima penghargaan utama kategori Network Track dalam Kompetisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Huawei ke-10 di Jakarta pada 13 Mei 2026.
Pemberdayaan talenta muda menjadi salah satu strategi untuk pengembangan ekonomi digital di Asia Tenggara.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Huawei kembali menggelar kompetisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke-10 yang diikuti ribuan mahasiswa dari belasan negara di kawasan Asia-Pasifik, yang diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kesiapan talenta digital khususnya di Asia Tenggara.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan pemberdayaan talenta muda menjadi salah satu strategi untuk pengembangan ekonomi digital di Asia Tenggara. Hal ini semakin relevan di tengah upaya negara-negara anggota ASEAN untuk terus memperkuat integrasi ekonomi digital regional melalui Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN atau Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
"Lebih dari sekadar memberikan solusi teknologi, kompetisi ini telah menjadi inkubator bagi generasi masa depan talenta digital di kawasan ini," ujarnya saat menghadiri sesi final Kompetisi TIK Huawei Asia-Pasifik di Jakarta pada Rabu (13/5).
Tahun ini menjadi penyelenggaraan kompetisi yang ke-10 dengan total peserta sebanyak 8.600 mahasiswa dari 14 negara di kawasan tersebut. Kompetisi yang digelar melalui kolaborasi antara Huawei dan ASEAN Foundation ini memiliki empat kategori perlombaan, yakni Cloud Track, Network Track, Computing Track, dan Innovation Track.
Bulacan State University Filipina keluar sebagai pemenang utama untuk kategori Network Track, National University of Singapore (NUS) sebagai pemenang utama kategori Innovation Track, serta Post and Telecommunications Institute of Technology Vietnam yang menyabet dua gelar utama sekaligus di kategori Cloud Track dan Computing Track.
Wakil Presiden Huawei Asia-Pasifik Peter Pan Junfeng mengatakan bahwa kompetisi ini membangun jembatan yang kuat antara kebutuhan akademisi dan industri. Agenda ini juga diharap dapat terus menjadi fondasi jangka panjang dalam membangun Asia-Pasifik yang lebih digital dan cerdas, sejalan dengan visi dan misi Huawei untuk mendorong digitalisasi bagi semua orang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China akan tingkatkan peran pengobatan tradisional terkait penyediaan layanan perawatan kesehatan
Indonesia
•
11 Sep 2024

Gempa Bumi Dahsyat di Myanmar tewaskan 1.644 jiwa, ratusan masih hilang
Indonesia
•
30 Mar 2025

Ibu pelaku penembakan di SMA Michigan AS dinyatakan bersalah
Indonesia
•
08 Feb 2024

COVID-19 – Vaksin ‘booster’ oral kini tersedia di Shanghai, China
Indonesia
•
29 Oct 2022


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
