
China dan AS sepakat akan implementasikan konsensus KTT San Francisco

Anggota Dewan Negara China sekaligus Menteri Keamanan Publik China Wang Xiaohong melangsungkan pertemuan dengan Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) Alejandro Mayorkas di Wina, Austria, pada 18 Februari 2024. (Xinhua)
Konsensus pertemuan San Francisco antara para pemimpin China dan Amerika Serikat diharapkan dalam memajukan kerja sama bilateral dalam pengendalian narkoba dan penegakan hukum, serta penanganan urusan satu sama lain.
Wina, Austria (Xinhua) – Anggota Dewan Negara China sekaligus Menteri Keamanan Publik China Wang Xiaohong dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) Alejandro Mayorkas pada Ahad (18/2) sepakat untuk menerapkan konsensus penting yang dicapai dalam pertemuan di San Francisco antara kedua kepala negara.Dalam pertemuan mereka di Wina pada Ahad tersebut, kedua pejabat itu melakukan komunikasi yang jujur, mendalam, dan konstruktif mengenai pengimplementasian konsensus yang dicapai dalam pertemuan San Francisco antara kedua kepala negara, pemajuan kerja sama bilateral dalam pengendalian narkoba dan penegakan hukum, serta penanganan urusan satu sama lain.Wang menekankan bahwa dalam pertemuan bersejarah mereka di San Francisco, Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden memaparkan "Visi San Francisco" yang berorientasi pada masa depan.Wang mengungkapkan bahwa dirinya berharap kedua belah pihak dapat mematuhi konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, menjunjung tinggi prinsip sikap saling menghormati, koeksistensi damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan, menghormati kepentingan inti dan urusan utama satu sama lain, serta menyingkirkan hambatan untuk kerja sama bilateral pengendalian narkoba, penegakan hukum, dan pertukaran antarmasyarakat.Wang mendesak pihak AS untuk berhenti melecehkan dan menginterogasi pelajar China tanpa alasan, serta memastikan warga negara China menerima perlakuan masuk yang adil dan bermartabat.Washington juga harus mengambil langkah-langkah konkret dan efektif guna memastikan keselamatan misi dan personel diplomatik maupun konsuler China di AS, mencabut pembatasan visa terhadap institusi dan personel China terkait, serta memperbaiki kesalahan yang mencantumkan China sebagai "negara sumber utama narkoba," kata Wang.Kedua belah pihak sepakat untuk berkontribusi pada pengembangan hubungan China-AS yang stabil dengan menerapkan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, menjaga dialog dan kerja sama dalam pengendalian narkoba dan penegakan hukum, mengutamakan kepentingan satu sama lain, serta menyelesaikan masalah dengan baik atas dasar prinsip sikap saling menghormati, pengelolaan perbedaan, dan kerja sama yang saling menguntungkan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi berencana tambah jumlah jamaah umroh 120.000 per hari
Indonesia
•
15 Aug 2021

Modernisasi China tawarkan model alternatif bagi negara berkembang lainnya
Indonesia
•
24 Nov 2022

COVID-19 - Tiga perusahaan Rusia produksi serial vaksin COVID-19 September tahun ini
Indonesia
•
04 Aug 2020

Tanpa penjelasan, Jepang kirim peluncur rudal 1.000 km ke Kumamoto, pejabat daerah geram
Indonesia
•
11 Mar 2026


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
