
China akan kembangkan konstelasi satelit untuk eksplorasi ‘deep space’

Roket Long March-4C yang mengangkut satelit relai Queqiao (Magpie Bridge) diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di China barat daya pada 21 Mei 2018. (Xinhua/Cai Yang)
Konstelasi satelit China yang dinamai Queqiao, atau Magpie Bridge, bertujuan menyediakan layanan komunikasi, navigasi, dan pengindraan jauh dalam eksplorasi luar angkasa dalam (deep space).
Hefei, China (Xinhua) – China akan mengembangkan konstelasi satelit yang dinamai Queqiao, atau Magpie Bridge, untuk menyediakan layanan komunikasi, navigasi, dan pengindraan jauh dalam eksplorasi luar angkasa dalam (deep space), menurut seorang pakar senior antariksa China.Berpidato pada Konferensi Eksplorasi Luar Angkasa Dalam Internasional (International Deep Space Exploration Conference) pertama yang digelar di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China timur, Wu Yanhua, kepala perancang proyek besar eksplorasi deep space, menyampaikan bahwa China berencana membangun konstelasi satelit itu dalam tiga tahap.Konstelasi uji coba akan dibangun sekitar 2030 mendatang untuk mendukung fase keempat program eksplorasi Bulan China dan pembangunan Stasiun Penelitian Bulan Internasional. Sementara itu sebuah konstelasi dasar akan dibangun sekitar 2040 untuk mewujudkan navigasi regional dan memberikan sejumlah layanan bagi eksplorasi berawak Bulan dan penjelajahan deep space pada planet-planet seperti Mars dan Venus, kata Wu.Konstelasi satelit itu diperkirakan akan dibangun menjadi model yang diperluas sekitar tahun 2050 untuk memberikan layanan bagi eksplorasi Mars, Venus, planet-planet raksasa, serta tepi Tata Surya, imbuh Wu.Sebagai bagian dari konstelasi tersebut, Queqiao-2, atau Magpie Bridge-2, sebuah satelit relai komunikasi antara sisi jauh Bulan dengan Bumi, direncanakan akan diluncurkan pada 2024, menurut Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA).Satelit itu akan berfungsi sebagai platform relai untuk fase keempat program eksplorasi Bulan China serta menyediakan layanan komunikasi bagi misi Chang'e-4, Chang'e-6, Chang'e-7, dan Chang'e-8.Dikatakan Yu Dengyun, akademisi di Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), konstelasi Magpie Bridge di masa mendatang akan menjadi infrastruktur luar angkasa dan platform layanan publik yang dibangun dan dioperasikan di deep space. Konstelasi itu akan dilengkapi dengan kemampuan komunikasi yang efisien, navigasi, komputasi di orbit, serta penyimpanan informasi, dan lain-lain.Dalam konferensi tersebut, Laboratorium Eksplorasi Luar Angkasa Dalam (Deep Space Exploration Laboratory) China meluncurkan seruan global untuk berbagai proposal desain konstelasi Magpie Bridge dalam upaya mengumpulkan ide-ide dan solusi baru bagi konstelasi satelit di masa mendatang itu.Konferensi Eksplorasi Luar Angkasa Dalam Internasional, yang diselenggarakan oleh Laboratorium Eksplorasi Luar Angkasa Dalam, merupakan salah satu kegiatan besar yang digelar untuk merayakan Hari Antariksa China, yang jatuh pada 24 April. Ajang dua hari itu mengundang 500 tamu lebih dari 14 negara dan kawasan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Udang endemik Sulawesi cantik, terancam punah
Indonesia
•
20 Sep 2019

Studi ungkap suhu laut tertinggi dalam 400 tahun terakhir timbulkan ancaman nyata bagi Great Barrier Reef
Indonesia
•
10 Aug 2024

Pemanasan iklim sebabkan penurunan kadar oksigen di danau-danau seluruh dunia
Indonesia
•
24 Mar 2025

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
