
Layanan pengamatan meteorologi China mulai gunakan satelit cuaca komersial kecil pertamanya

Roket pengangkut Kuaizhou-1A yang membawa empat satelit meteorologi lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 5 Januari 2024. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Konstelasi Tianmu-1 memasok sekitar 30.000 produk profil okultasi setiap hari, sementara satelit Yunyao-1 memasok sekitar 15.000 profil.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dua kelompok satelit komersial kecil telah memasuki sistem pengamatan cuaca Administrasi Meteorologi China (China Meteorological Administration/CMA), menandai penggunaan data satelit komersial kecil pada layanan cuaca untuk kali pertama.Konstelasi meteorologi Tianmu-1 yang terdiri dari 23 satelit dan seri Yunyao-1 yang terdiri dari 12 satelit mulai menyediakan data kepada CMA pada 30 Desember, dan hasil uji coba awal mengonfirmasi bahwa kelompok satelit tersebut memberikan kontribusi pada sistem prakiraan cuaca CMA, ungkap CMA pada Kamis (2/1).Saat ini, konstelasi Tianmu-1 memasok sekitar 30.000 produk profil okultasi setiap hari, sementara satelit Yunyao-1 memasok sekitar 15.000 profil.Produk-produk profil okultasi diproses melalui platform awan mahadata (big data cloud) meteorologi CMA, yakni Tianqing. Produk profil itu kemudian digunakan dalam berbagai modul operasional, termasuk pengamatan dan prakiraan, prediksi numerik, pemantauan topan global, dan prakiraan jangka pendek untuk fenomena cuaca konvektif yang parah seperti hujan es atau petir. Produk-produk profil tersebut juga mendukung dalam penelitian perubahan iklim.Tianmu-1 merupakan konstelasi domestik pertama yang kompatibel dengan sistem navigasi global utama, termasuk BeiDou dan GPS. Konstelasi ini memberikan tingkat presisi dan resolusi vertikal yang tinggi, dan tidak memerlukan kalibrasi, sehingga menyediakan kemampuan pengamatan yang komprehensif untuk lingkungan laut, atmosfer, dan ionosfer setiap saat, menurut Guo Xiaoyu, presiden Aerospace Tianmu (Chongqing) Satellite Technology Co, Ltd.Fang Xiang, direktur departemen observasi terpadu CMA, mengatakan bahwa data dari satelit komersial kecil dapat memainkan peran yang penting dalam prakiraan cuaca, dan bahwa bahwa pengembangan satelit-satelit ini perlu didorong.Para operator Tianmu-1 dan Yunyao-1 bertanggung jawab untuk menyediakan informasi satelit, muatan, dan produk kepada CMA, serta pembaruan terkait informasi tersebut.Mereka akan memastikan transmisi produk-produk data satelit tepat waktu, menyediakan instruksi penggunaan, melaporkan status operasional satelit di orbit, dan menjamin stabilitas serta keakuratan data, kata CMA.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Raksasa pencarian daring China Baidu akan luncurkan bot mirip ChatGPT
Indonesia
•
07 Feb 2023

Australia luncurkan basis data tulang hewan 3D pertama di dunia
Indonesia
•
16 Jun 2025

Dokter dari Suriah ciptakan alat rekonstruksi rahang bawah dan dagu secara otomatis
Indonesia
•
09 Dec 2022

Langka, sepasang gajah kembar lahir di Myanmar selatan
Indonesia
•
03 Sep 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
