
Konsumsi listrik hijau klaster pusat data Mongolia Dalam di China capai 58 persen

Sejumlah staf memeriksa peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Fotovoltaik) Dalad di wilayah Dalad, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 20 April 2022. (Xinhua/Liu Lei)
Konsumsi listrik hijau atau ramah lingkungan, yang mencakup tenaga angin dan energi surya, di klaster pusat data Horinger di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, mencapai 58 persen dari total konsumsi listrik klaster itu per Juni 2023.
Hohhot, Daerah Otonom Mongolia Dalam (Xinhua) – Konsumsi listrik hijau atau ramah lingkungan, yang mencakup tenaga angin dan energi surya, di klaster pusat data Horinger di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, mencapai 58 persen dari total konsumsi listrik klaster itu per Juni 2023.Angka tersebut dirilis pada ajang Konferensi Listrik Komputasi Hijau China (China Green Computing Power Conference) selama tiga hari yang akan berakhir pada Senin (3/7) di Hohhot, ibu kota Mongolia Dalam.Klaster pusat data Horinger merupakan salah satu dari sepuluh klaster pusat data nasional di China. Sebuah mega proyek diluncurkan pada Februari 2022 yang melibatkan pendirian delapan pusat komputasi nasional di negara itu dan sepuluh klaster pusat data nasional untuk meningkatkan daya komputasi secara keseluruhan.Mongolia Dalam memiliki sumber daya yang kaya untuk tenaga angin dan energi surya. Total kapasitas terpasang energi baru di daerah ini menempati urutan ketiga di China dan pembangkit listrik energi barunya menduduki peringkat satu nasional.Industri komputasi merupakan sektor padat daya. Klaster pusat data Horinger, yang terletak di Kota Hohhot, mampu mengakomodasi 950.000 peladen (server), menempatkannya sebagai salah satu pusat data terdepan di China dalam hal daya komputasi. Konsekuensinya, klaster itu juga memerlukan konsumsi energi yang sangat besar.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China dan Indonesia ambil langkah baru dalam kerja sama karbon biru
Indonesia
•
22 Jul 2025

Wawancara – Pejabat senior WEF sebut China beri kontribusi positif terhadap tata kelola AI global
Indonesia
•
22 Jan 2025

Sabuk dan Jalur Sutra dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat
Indonesia
•
04 Mar 2023

Survei: Mayoritas konsumen China hargai perlindungan merek dagang
Indonesia
•
22 Aug 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
