
Korban tewas akibat tanah longsor di Nepal naik jadi 1.403 jiwa, 6.150 orang masih hilang

Sebuah helikopter terbang di atas area yang terdampak tanah longsor di sepanjang Sungai Trishuli di Nuwakot, Nepal, pada 29 Agustus 2026. (Xinhua/Liu Tian)
Kathmandu, Nepal (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah korban tewas akibat tanah longsor dahsyat di Nepal telah mencapai 1.403 jiwa, sementara 6.150 orang masih hilang, demikian disampaikan Otoritas Mitigasi dan Manajemen Risiko Bencana Nasional pada Rabu (16/9).
Empat jenazah dan satu bagian tubuh ditemukan di sebuah terowongan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Chilime di Distrik Rasuwa pada Rabu, seiring berlanjutnya operasi pencarian dan penyelamatan.
Menurut laporan terbaru pihak berwenang, sejauh ini 13.742 orang telah diselamatkan. Sebanyak 2.096 orang saat ini mengungsi di 29 pusat penampungan di distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading.
Bencana tanah longsor tersebut melanda tiga distrik tersebut pada 26 Agustus, menyebabkan banyak korban jiwa serta kerusakan luas pada rumah, infrastruktur, dan sejumlah proyek PLTA.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar sebut Australia berisiko perang jika tetap ikuti AS
Indonesia
•
03 Jan 2023

China sukses terapkan visi ‘satu negara, dua sistem’ di Hong Kong dan Makau
Indonesia
•
22 Sep 2022

Iran bantah klaim Trump soal jalur belakang perundingan AS-Iran
Indonesia
•
18 Aug 2026

Swedia jabat presidensi Dewan UE selama enam bulan
Indonesia
•
02 Jan 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
