California di AS berupaya atasi krisis perumahan agar para guru tetap dapat mengajar

Foto yang diabadikan pada 19 Juni 2024 ini menunjukkan sebuah kondominium yang dijual di Arcadia, California, Amerika Serikat. (Xinhua/Gao Shan)
Krisis perumahan di California memengaruhi semua orang, tetapi para pendidik di Bay Area menghadapi tantangan yang sangat berat karena biaya hidup di wilayah tersebut sangat tinggi.
Sacramento, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Di California, negara bagian dengan penduduk tertinggi dan jumlah murid sekolah terbanyak di Amerika Serikat (AS), sekolah-sekolah negeri telah meningkatkan upaya untuk mengatasi krisis yang semakin berkembang, yakni pasar perumahan yang tidak terjangkau yang mendorong para guru meninggalkan negara bagian tersebut.Para pihak berwenang di California sudah mencari berbagai solusi inovatif untuk mencegah para pendidik meninggalkan pekerjaan mereka karena biaya hidup yang meroket dan gaji guru yang tidak memadai.Pengawas Pendidikan Publik Negara Bagian California Tony Thurmond pada bulan lalu meluncurkan sebuah rencana untuk mengembangkan lahan yang dimiliki oleh distrik-distrik sekolah untuk dijadikan 2,3 juta unit rumah baru.Rencana tersebut melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para profesional konstruksi, serikat pekerja, dan distrik sekolah, untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan dalam pembangunan perumahan.Meskipun beberapa distrik sekolah telah memulai proyek serupa, negara bagian tersebut menargetkan agar semua distrik mempertimbangkan kemungkinan ini. Thurmond menekankan bahwa strategi baru ini bertujuan untuk mempertahankan tenaga pendidik.Steven Ma, seorang pendidik senior di San Francisco Bay Area, pada Rabu (21/8) mengatakan kepada Xinhua bahwa krisis perumahan di California memengaruhi semua orang, tetapi para pendidik di Bay Area menghadapi tantangan yang sangat berat karena biaya hidup di wilayah tersebut yang sangat tinggi."Di sejumlah area yang makmur seperti Palo Alto, biaya hidup yang tinggi menciptakan hambatan signifikan bagi distrik sekolah dalam merekrut pendidik yang kompeten. Masalahnya bukan karena kurangnya minat dari para guru, melainkan karena ketidakmampuan untuk mempertahankan standar hidup yang wajar di komunitas yang mahal ini dengan gaji sebagai guru," katanya.Pengamatan Ma disetujui oleh Teri Baldwin, selaku presiden di Asosiasi Pendidik Palo Alto (Palo Alto Educators Association). "Para guru kami, terutama yang baru dan berada di skala gaji yang lebih rendah, tidak mampu tinggal di dekat sini," kata Baldwin kepada stasiun TV KQED dalam laporan terbaru.Ma mengatakan bahwa dia secara pribadi mengenal banyak guru yang harus berbagi hunian agar bisa tinggal di distrik tempat mereka mengajar."Hal itu mungkin tidak masalah bagi seorang guru yang masih muda, tetapi bagi guru yang berusia antara 40 atau 50 tahunan dan sudah berkeluarga serta memiliki anak, hal ini merupakan masalah yang sangat serius dan menantang," ujar Ma, selaku anggota di Komite Penasihat Pemilihan Pengawas (Regents Selection Advisory Committee) di Universitas California.
Foto yang diabadikan pada 22 Mei 2024 ini menunjukkan iklan real estat di San Mateo County, California, Amerika Serikat. (Xinhua/Li Jianguo)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

India petik pelajaran dari kisah sukses pengentasan kemiskinan di China
Indonesia
•
23 Oct 2022

Feature – Seberapa mudahkah impor barang ke Indonesia?
Indonesia
•
06 Feb 2024

Rusia hadapi pergolakan ekonomi, butuh 2 tahun untuk capai target inflasi
Indonesia
•
18 Apr 2022

Shanghai akan gelar pekan industri biomedis internasional
Indonesia
•
09 Oct 2023
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
