
Universiade tabur benih pertukaran budaya dan pemahaman yang lebih baik di luar lapangan

Peraih medali perak Jan Kalusowski dari Polandia, peraih medali emas Qin Haiyang dari China, dan peraih medali perunggu Andrius Sidlauskas dari Lithuania (kiri ke kanan) berpose di podium dalam upacara penyerahan medali untuk cabang olahraga renang nomor 100 m gaya dada putra di Pesta Olahraga Universitas Sedunia Musim Panas (Universiade) Federasi Olahraga Universitas Internasional (FISU) ke-31 di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 2 Agustus 2023. (Xinhua/Wu Gang)
Pesta Olahraga Universitas Sedunia Musim Panas (Universiade) Federasi Olahraga Universitas Internasional (FISU) ke-31 menebar benih-benih pertukaran budaya di kalangan anak muda.
Chengdu, China (Xinhua) – Pada zaman kuno, Chengdu terkenal dengan bentang alamnya yang indah dan kekayaan budayanya, serta telah lama menjadi pusat pertukaran, yang menghubungkan China dengan seluruh dunia. Saat ini, kota tuan rumah Pesta Olahraga Universitas Sedunia Musim Panas (Universiade) Federasi Olahraga Universitas Internasional (FISU) ke-31 ini masih menebar benih-benih pertukaran budaya di kalangan anak muda.Di tengah sengitnya persaingan kompetisi di Universiade, para atlet pelajar berkeliling kota untuk menikmati waktu luang serta suasana kota kuno dan vitalitas Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya.Eduard Zdenovec dari Universitas Teknik Ceko di Praha, yang baru saja menyelesaikan kompetisi judo, terkesan dengan berbagai pengalaman budaya tradisional China, seperti sepak kenchi (Jianzi), dan Touhu (lempar panah), di Taman Wangjianglou."Chengdu adalah kota yang sangat indah, dan semua orang di sini sangat bersahabat," tutur Zdenovec.Demi membuat para tamu dari seluruh dunia merasakan pesona unik budaya lokal, Komite Eksekutif Universiade Chengdu menghubungkan 16 kegiatan pertukaran budaya utama ke dalam 11 rute pengalaman tamasya budaya kota.Sebagai kampung halaman panda raksasa, Sichuan menarik banyak atlet internasional yang ingin melihat dari dekat panda raksasa selain berpartisipasi dalam pertandingan.Di Basis Penelitian Pembiakan Panda Raksasa Chengdu, para atlet perguruan tinggi dari Kolombia, Uzbekistan, Kirgizstan, dan negara lain mengeluarkan ponsel mereka untuk mengambil foto dan video panda raksasa, dan beberapa orang bahkan melakukan panggilan video dengan keluarga mereka untuk menunjukkan panda ‘bergerak’ yang mereka lihat."Lucu sekali! Saya tidak menyangka bisa melihat panda asli. Saya sangat ingin memeluknya," kata Ana Maria Zapata, atlet voli putri Kolombia. Dia dan rekan satu timnya terpesona oleh panda raksasa bahkan sebelum mereka datang ke China. Meski baru saja kalah dari tim voli putri Jepang sehari sebelumnya, panda raksasa yang menggemaskan membuat para pemain ini benar-benar melupakan hasil pertandingan.
Panda raksasa Mei Lan memakan bambu segar di Basis Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu (Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding) di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 29 Mei 2023. Panda raksasa Mei Lan merayakan ulang tahunnya yang ke-7 di basis penelitian tersebut pada Senin (29/5). (Xinhua/Xu Bingjie)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Di bawah langit Makkah, seorang ibu berserah: Catatan pembimbing ibadah
Indonesia
•
19 Jul 2026

COVID-19 - Dubai jadi pusat kemanusiaan dunia selama pandemik
Indonesia
•
30 Jun 2020

Lima suaka baru burung migran di China ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO
Indonesia
•
27 Jul 2024

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
