
ICC keluarkan surat penangkapan untuk Netanyahu, Gallant, dan komandan Hamas Deif

Orang-orang mengantre untuk membeli roti di sebuah bakeri di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 18 November 2024. Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) pada Senin (18/11) mengatakan bahwa akibat kelangkaan tepung yang parah, seluruh bakeri yang didukung PBB di Deir al Balah dan Khan Younis, yang berjumlah delapan, beroperasi dengan kapasitas yang kian susut selama berpekan-pekan, dan banyak di antaranya terpaksa tutup sama sekali. (Xinhua/Rizek Abdel...
Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) di Den Haag pada Kamis (21/11) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, mantan menteri pertahanan Israel Yoav Gallant, dan komandan militer Hamas Mohammed Deif.
Den Haag, Belanda (Xinhua/Indonesia Window) – Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) di Den Haag pada Kamis (21/11) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, mantan menteri pertahanan Israel Yoav Gallant, dan komandan militer Hamas Mohammed Deif.Dalam sebuah pernyataan, ruang praperadilan ICC menuding Netanyahu dan Gallant melakukan "kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang" setidaknya sejak 8 Oktober 2023 hingga 20 Mei 2024, tanggal saat jaksa ICC mengajukan permohonan surat perintah penangkapan tersebut.ICC menyatakan bahwa ada beberapa "alasan yang masuk akal" untuk meyakini Netanyahu dan Gallant "masing-masing memikul tanggung jawab pidana sebagai pelaku bersama" karena melakukan kejahatan perang berupa penggunaan kelaparan sebagai metode peperangan, dan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan-tindakan tidak berperikemanusiaan lainnya.Pernyataan dari pengadilan tersebut menguraikan serangkaian dugaan kejahatan perang, termasuk "dengan sengaja mengarahkan serangan terhadap penduduk sipil," dan merampas "benda-benda yang sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup penduduk sipil di Gaza, termasuk makanan, air, serta obat-obatan dan pasokan medis, juga bahan bakar dan listrik."
Orang-orang mengantre untuk membeli roti di sebuah toko roti di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 18 November 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Maskapai Belanda KLM tangguhkan penerbangan ke Israel mulai 1 Maret
Indonesia
•
26 Feb 2026

Google Play hapus super-app Rusia MAX, pengguna diminta beralih ke domain baru
Indonesia
•
17 Jul 2026

Survei: Semakin banyak warga dukung Australia jadi kekuatan menengah independen alih-alih sekutu AS
Indonesia
•
14 Mar 2024

Mahkamah Agung Saudi serukan umat Islam lihat bulan Syawal pada 30 April
Indonesia
•
29 Apr 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
