Mantan menhan Korsel resmi ditangkap atas dugaan pemberontakan

Orang-orang menghadiri aksi unjuk rasa yang menyerukan pemakzulan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol di dekat gedung Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, pada 7 Desember 2024. (Xinhua/Jun Hyosang)
Mantan menteri pertahanan Korea Selatan (Korsel) Kim Yong-hyun telah resmi ditangkap atas dugaan pemberontakan terkait dengan deklarasi darurat militer oleh Presiden Yoon Suk-yeol.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Mantan menteri pertahanan (menhan) Korea Selatan (Korsel) Kim Yong-hyun resmi ditangkap pada Rabu (11/12) atas dugaan pemberontakan terkait dengan deklarasi darurat militer oleh Presiden Yoon Suk-yeol, demikian dilansir Kantor Berita Yonhap.Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengeluarkan surat perintah penangkapan resmi untuk Kim, yang telah ditahan sejak Ahad (8/12), setelah jaksa mendakwanya terlibat dalam kegiatan "penting" yang berkaitan dengan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaannya untuk menghalangi pelaksanaan hak-hak saat darurat militer diberlakukan selama enam jam pada Selasa (3/12) dan Rabu (4/12) pekan lalu, papar laporan itu.Pihak pengadilan mengabulkan permintaan jaksa penuntut untuk menangkap Kim, menyampaikan bahwa mereka khawatir dia akan menghancurkan barang bukti, lanjutnya.Mantan menhan tersebut absen dalam sidang pengadilan yang digelar pada Selasa (10/12) untuk meninjau kembali surat perintah penangkapan.Selain itu, Presiden Yoon Suk-yeol juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilarang bepergian ke luar negeri.Berdasarkan hukum tersebut, meski presiden pada umumnya memiliki kekebalan dari penuntutan selama menjabat, hal itu tidak berlaku untuk dugaan pemberontakan atau pengkhianatan.Sementara itu, Kepolisian Korsel pada Rabu telah menangkap komisaris polisi nasional dan kepala polisi Seoul sehubungan dengan investigasi atas pemberlakuan darurat militer yang gagal pada pekan lalu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi kecam Israel bangun 800 permukiman baru di Tepi Barat
Indonesia
•
13 Jan 2021

Serangan udara AS terhadap Houthi jadi contoh kebijakan intervensi militer Washington di Timur Tengah
Indonesia
•
18 Mar 2025

Jutaan warga Kanada gunakan hak pilih dalam pemilu di tengah ancaman baru Trump
Indonesia
•
29 Apr 2025

Menlu China bertemu Menlu Singapura di Beijing
Indonesia
•
21 Feb 2023
Berita Terbaru

Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang
Indonesia
•
30 Jan 2026

Penyelidikan pidana federal AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terus bergulir
Indonesia
•
30 Jan 2026

Makin panas dengan AS, militer Iran integrasikan 1.000 ‘drone’ tempur
Indonesia
•
30 Jan 2026

PM Selandia Baru sebut negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Trump
Indonesia
•
30 Jan 2026
