
Penasihat khusus Korsel tuntut hukuman penjara 15 tahun untuk mantan PM karena bantu pemberontakan

Han Duck-soo, mantan perdana menteri Korea Selatan (Korsel), menghadiri sebuah konferensi pers di Majelis Nasional di Seoul, Korsel, pada 2 Mei 2025. (Xinhua/Yao Qilin)
Mantan PM Han Duck-soo dituduh membantu dan bersekongkol dalam pemberontakan mantan presiden yang dimakzulkan, Yoon Suk-yeol.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Penasihat khusus Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (26/11) menuntut hukuman penjara 15 tahun bagi mantan perdana menteri (PM) Han Duck-soo atas tuduhan membantu dan bersekongkol dalam pemberontakan mantan presiden yang dimakzulkan, Yoon Suk-yeol.Tim Cho Eun-suk, penasihat independen yang memimpin investigasi terhadap pemberontakan Yoon dan tuduhan lainnya, menuntut hukuman penjara 15 tahun untuk Han dengan tuduhan membantu pemimpin pemberontakan itu, terlibat dalam tugas-tugas penting dalam pemberontakan, dan sumpah palsu, menurut beberapa outlet media.Menurut kantor berita Yonhap, tim jaksa khusus tersebut mengatakan bahwa Han berupaya mengamankan legitimasi darurat militer, melakukan kejahatan menghalangi proses peradilan dengan memalsukan dokumen resmi, dan tetap tidak kooperatif dengan mencabut pernyataannya.Meskipun menjadi satu-satunya orang yang dapat mencegah pemberontakan, Han mengabaikan tugasnya dan berpartisipasi dalam pemberontakan melalui serangkaian tindakan sebelum dan sesudah deklarasi darurat militer, kata tim tersebut.Mahkamah Konstitusi Korsel menguatkan sebuah mosi untuk memakzulkan Yoon pada 4 April atas upaya darurat militer yang gagal pada Desember tahun lalu, dan secara resmi memberhentikannya dari jabatannya.Pemimpin yang digulingkan tersebut didakwa dalam tahanan pada 26 Januari sebagai tersangka pemimpin pemberontakan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Putin tawarkan pasokan gas tambahan ke Eropa
Indonesia
•
13 Oct 2022

COVID-19 – Permintaan dosis ‘booster’ melonjak di AS di tengah ketakutan Omicron
Indonesia
•
08 Dec 2021

Pabrik Tesla di Shanghai, China kembali produksi penuh
Indonesia
•
09 Jun 2022

Putin: Rusia inginkan kerja sama teknis-militer yang luas dalam dunia multipolar
Indonesia
•
16 Aug 2022


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
