Suriah umumkan rencana reformasi mata uang, hapus dua angka nol dari pound Suriah

Mata uang pound Suriah

Seorang warga Suriah memperlihatkan uang kertas senilai 5.000 pound Suriah di Damaskus, Suriah, pada 24 Januari 2021. (Xinhua/Ammar Safarjalani)

Mata uang pound Suriah baru dengan dua angka nol dihapus bertujuan meningkatkan peredaran uang tunai, menyederhanakan transaksi sehari-hari, dan memperkuat stabilitas keuangan setelah bertahun-tahun mengalami tekanan ekonomi.

Damaskus, Suriah (Xinhua/Indonesia Window) – Bank sentral Suriah pada Ahad (28/12) mengeluarkan pedoman terperinci untuk peluncuran mata uang nasional baru, mengonfirmasi rencana menghapus dua angka nol dari pound Suriah sebagai bagian dari reformasi moneter besar yang direncanakan untuk tahun 2026.

Abdulkader Husrieh, gubernur bank sentral Suriah, mengatakan berdasarkan reformasi tersebut, setiap uang kertas 100 pound Suriah yang lama akan ditukar dengan 1 pound Suriah yang baru. Proses penukaran ini akan dimulai pada 1 Januari 2026 dan berlangsung selama 90 hari, dengan kemungkinan perpanjangan jika diperlukan.

*1 pound Suriah = 1,51 rupiah

Husrieh menekankan langkah ini merupakan penggantian mata uang secara langsung dan tidak akan meningkatkan pasokan uang secara keseluruhan. Dia menggambarkannya sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas harga selama masa transisi.

Sang gubernur menuturkan mata uang baru ini merupakan bagian dari paket reformasi moneter yang lebih luas dengan tujuan meningkatkan peredaran uang tunai, menyederhanakan transaksi sehari-hari, dan memperkuat stabilitas keuangan setelah bertahun-tahun mengalami tekanan ekonomi.

Dia mengungkapkan bahwa uang kertas lama maupun uang kertas baru akan beredar selama masa transisi. Vendor akan diminta untuk menerima keduanya.

Husrieh menambahkan uang kertas baru memiliki fitur keamanan yang ditingkatkan guna mencegah pemalsuan, dan layanan penukaran uang akan tersedia gratis di lebih dari 1.000 gerai yang ditunjuk di seluruh Suriah.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait