
Studi ungkap material kaca di tanah Bulan simpan air dari berbagai sumber

Diagram model yang dibuat pada 23 November 2022 ini menunjukkan proses implantasi, penyimpanan, dan hilangnya kandungan akibat difusi dari hidrogen yang berasal dari angin surya. (Xinhua/IGGCAS)
Material kaca di tanah Bulan yang tercipta akibat tumbukan meteorit atau mikrometeorit adalah pembawa utama molekul air di tanah Bulan.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah tim ilmuwan China menemukan bahwa material kaca di dalam sampel tanah bulan, yang dibawa kembali oleh misi eksplorasi Bulan Chang'e-5 di negara itu, mengandung hidroksil dan air molekuler yang dihasilkan dari berbagai sumber.Studi yang dipublikasikan pada Sabtu (11/5) di jurnal Science Advances tersebut mengungkapkan material kaca di tanah Bulan yang tercipta akibat tumbukan meteorit atau mikrometeorit adalah pembawa utama molekul air di tanah Bulan.Para peneliti dari Institut Geokimia di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China menganalisis hampir 100 sampel material kaca tumbukan yang dikumpulkan selama misi Chang'e-5 dan mengidentifikasi 12 butir yang ditemukan mengandung hidroksil dan molekul air.Air itu ditemukan berasal dari berbagai sumber potensial termasuk implantasi proton dari angin matahari, meteorit atau mikrometeorit kaya air yang jatuh ke permukaan Bulan, serta air asli Bulan, menurut studi itu.Secara khusus, kontributor utama air ini adalah implantasi angin matahari, yang menyoroti peran pentingnya dalam pembentukan air Bulan.Temuan ini dapat membantu para peneliti memahami sumber dan jalur penyimpanan air selama perkembangan planet-planet kebumian, kata Tang Hong, penulis studi tersebut.Wahana Chang'e-5, yang kembali ke Bumi pada 17 Desember 2020, mengambil 1.731 gram sampel Bulan, yang sebagian besar terdiri dari batuan dan tanah dari permukaan Bulan.Bulan ini, China meluncurkan wahana luar angkasa Chang'e-6 untuk mengumpulkan dan mengembalikan sampel dari sisi jauh Bulan guna memahami pembentukan dan evolusi Bulan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kereta cepat baru di China dirancang dengan kecepatan 400 km per jam
Indonesia
•
19 Apr 2024

Studi: Kurangi jam nonton TV bisa cegah penyakit jantung
Indonesia
•
25 May 2022

Tingkat kelangsungan hidup pasien kanker anak dan remaja meningkat di China
Indonesia
•
24 Dec 2025

Arab Saudi kembangkan aplikasi I’tamarna tingkatkan layanan umroh
Indonesia
•
24 Sep 2020


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
