
Populasi ‘porpoise’ tanpa sirip Yangtze meningkat di Sungai Yangtze, China

Sepasang 'porpoise' tanpa sirip Yangtze berenang di Baiji Dolphin House di bawah Institut Hidrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 12 Juli 2023. (Xinhua/Xiao Yijiu)
Populasi porpoise tanpa sirip Sungai Yangtze meningkat dari sekitar 62 ekor menjadi 65, sebagaimana tercatat dalam survei sumber daya lingkungan pada 2022.
Nanjing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebanyak 65 ekor porpoise tanpa sirip Sungai Yangtze ditemukan dalam survei yang dilakukan mulai musim gugur 2023 hingga musim panas 2024 di cagar alam tingkat provinsi untuk porpoise tanpa sirip Yangtze di Nanjing, demikian disampaikan Biro Kehutanan dan Taman Kota Nanjing di Provinsi Jiangsu, China timur, pada Kamis (5/9).Populasi spesies ini meningkat dari sekitar 62 ekor, sebagaimana tercatat dalam survei sumber daya lingkungan pada 2022. Selama periode survei tersebut, induk dan bayi porpoise terlihat sebanyak sembilan kali, mengindikasikan tren peningkatan populasi porpoise tanpa sirip Yangtze di cagar alam itu.Berdasarkan survei dan analisis yang dilakukan di seluruh empat kuartal, populasi porpoise tanpa sirip di cagar alam itu tetap stabil, dengan jumlah spesies yang terus meningkat.Porpoise tanpa sirip Yangtze adalah satwa liar yang berada di bawah perlindungan nasional kelas satu di China dan status populasinya menjadi ‘barometer’ lingkungan ekologi Sungai Yangtze.Hewan ini adalah satu-satunya subspesies air tawar dalam keluarga porpoise tanpa sirip. Hanya ditemukan di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze, spesies ini telah hidup di sana selama 25 juta tahun.Sungai Yangtze yang membentang ribuan kilometer di jantung China telah menjadi tempat lahirnya peradaban negara ini selama ribuan tahun. Saat ini, sungai induk dan cekungannya yang luas itu tengah berjuang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang timbul akibat tekanan populasi dan pembangunan ekonomi yang pesat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Singapura beri penumpang pilihan bayar lebih untuk kurangi jejak karbon saat terbang
Indonesia
•
08 Jun 2022

Pelepasliaran nyamuk jantan steril bantu cegah DBD di China selatan
Indonesia
•
30 Nov 2024

Mongolia Dalam duduki peringkat teratas penyerap karbon di China dari hutan, padang rumput dan lahan basah
Indonesia
•
07 Aug 2024

Teleskop antariksa SPHEREx milik NASA mulai pemetaan seluruh langit
Indonesia
•
03 May 2025


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
