
Material nuklir Iran masih terkubur di bawah reruntuhan fasilitas yang dibom

Orang-orang berjalan di depan sebuah monumen yang diterangi cahaya di Lapangan Azadi, Teheran, Iran, pada 25 Juni 2025. (Xinhua)
Material nuklir Iran masih terkubur di bawah reruntuhan fasilitas yang dibom setelah serangan baru-baru ini.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Material nuklir Iran masih terkubur di bawah reruntuhan fasilitas yang dibom setelah serangan baru-baru ini, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Kamis (11/9), seraya menambahkan bahwa belum ada kesepakatan yang dicapai mengenai inspeksi.Organisasi Energi Atom Iran sedang mempelajari apakah material itu dapat diakses dan seperti apa kondisi materialnya, kata Araghchi dalam sesi wawancara saat dirinya berkunjung ke Kairo.Setelah penilaian selesai, sebuah laporan akan diserahkan kepada Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang akan memutuskan langkah selanjutnya berdasarkan pertimbangan keamanan Iran, katanya.Menlu Iran itu menekankan bahwa berdasarkan perjanjian Iran dengan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) yang ditandatangani pada Selasa (9/9), sampai saat ini belum ada inspeksi yang dilakukan, dan belum ada konsensus yang dapat dilaksanakan.Dia mengatakan kesepakatan itu menguraikan bahwa kerja sama dengan IAEA harus dilakukan dengan persyaratan baru, yang dibentuk oleh isu-isu keamanan dan undang-undang yang diloloskan oleh parlemen Iran.Araghchi menekankan bahwa perjanjian tersebut hanya akan berlaku selama tidak ada tindakan permusuhan terhadap Iran, termasuk aktivasi apa yang disebut sebagai mekanisme snapback untuk kembali menerapkan sanksi PBB. Dia memperingatkan bahwa jika mekanisme tersebut diaktifkan, maka "perjanjian tersebut tidak lagi valid" dan Iran akan merespons berdasarkan situasi.Dia menegaskan kembali bahwa Iran telah memberi tahu rekan-rekannya di Eropa bahwa tindakan militer dan mekanisme snapback tidak dapat menyelesaikan masalah nuklir, dan memperingatkan bahwa hal semacam itu hanya akan memperumit situasi.Perjanjian yang ditandatangani di Kairo pada Selasa bertujuan untuk membangun kerangka kerja sama baru menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pascadebat pertama di Philadelphia, Trump coret kemungkinan debat kedua dengan Harris
Indonesia
•
14 Sep 2024

Idul Fitri 1447H– Feature: Tanpa kegembiraan dan keluarga besar, pengungsi Lebanon rayakan Idul Fitri dalam bayang-bayang konflik
Indonesia
•
21 Mar 2026

Militer Iran sebut 26 kapal lintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir dengan koordinasi angkatan lautnya
Indonesia
•
21 May 2026

Layar interaktif disediakan di Masjidil Haram untuk pandu jamaah
Indonesia
•
22 May 2021


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
