
Israel tolak mundur dari perbatasan Gaza-Mesir, langgar ketentuan perjanjian gencatan senjata

Foto yang diabadikan pada 11 Juli 2024 ini menunjukkan kendaraan militer Israel di dekat perbatasan Israel-Gaza, sebagaimana terlihat dari Israel. (Xinhua/Gil Cohen Magen)
Militer Israel tidak akan menarik diri dari jalur strategis di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir meskipun perjanjian gencatan senjata menuntut penarikan pasukan paling lambat 1 Maret 2025.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Pihak berwenang Israel pada Kamis (27/2) mengatakan bahwa militernya tidak akan menarik diri dari jalur strategis di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir meskipun perjanjian gencatan senjata menuntut penarikan pasukan paling lambat Sabtu (1/3).Pada Kamis dini hari, Israel menerima jenazah empat sandera sebagai pertukaran untuk pembebasan ratusan warga Palestina yang ditahannya. Pertukaran tersebut menjadi pertukaran terakhir di bawah fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata tiga tahap yang akan berakhir pada Sabtu.Tiga dari sandera tersebut tewas saat berada dalam tawanan, sedangkan sandera keempat meninggal dalam serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, ungkap kantor perdana menteri (PM) Israel. Pakar forensik di Tel Aviv mengonfirmasi identifikasi keempat jenazah itu setelah diserahkan oleh Hamas."Berdasarkan intelijen dan semua informasi yang tersedia, Ohad Yahalomi, Tsahi Idan, dan Itzik Elgarat tewas saat ditawan di Gaza," kata kantor PM Israel, seraya menambahkan bahwa Shlomo Mantzur (86) tewas dalam serangan 7 Oktober dan jenazahnya saat itu turut dibawa ke Gaza.Belum ada komentar langsung dari Hamas, yang sebelumnya mengeklaim bahwa pengeboman besar-besaran Israel menewaskan para sandera.Menurut kesepakatan gencatan senjata, Israel diharuskan untuk mulai menarik pasukannya dari Koridor Philadelphia paling lambat Sabtu. Namun, seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada kanal berita milik pemerintah Israel, Kan TV, bahwa militernya "tidak akan menarik diri" dari area tersebut. Dia mengatakan, "Kami tidak akan membiarkan militan Hamas berkeliaran lagi di perbatasan kami dengan truk dan senapan, dan kami tidak akan membiarkan mereka mempersenjatai diri kembali melalui penyelundupan."Menteri Energi Israel Eli Cohen mengatakan kepada Kan Reshet Bet Radio bahwa 59 sandera masih berada di Gaza dan bahwa pembebasan mereka tetap menjadi prioritas utama. Dia mengatakan Israel hanya akan berlanjut ke fase gencatan senjata berikutnya jika empat syarat terpenuhi, yaitu pembebasan semua sandera, penghapusan Hamas dari kekuasaan, demiliterisasi Gaza, dan kendali keamanan penuh Israel atas daerah kantong tersebut.Cohen juga menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah Amerika Serikat dan dimulainya kembali pengiriman bom berat, yang sebelumnya dihentikan oleh pemerintahan Biden, memperkuat tekad Israel untuk mempertahankan tuntutannya.
Sejumlah kendaraan Israel terlihat di Jalur Gaza pada 12 September 2024, sebagaimana terlihat dari perbatasan selatan Israel dengan Jalur Gaza. (Xinhua/Gil Cohen Magen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB dorong penekanan kembali pentingnya resolusi politik untuk atasi krisis Gaza
Indonesia
•
19 Jul 2024

China tambah 3 entitas AS ke dalam daftar hitam imbas jual senjata ke Taiwan
Indonesia
•
20 May 2024

Pahami peraturan kesopanan Saudi sebelum berkunjung
Indonesia
•
01 Oct 2019

Ford dijatuhi denda terbesar kedua dalam sejarah AS atas penundaan penarikan kendaraan
Indonesia
•
16 Nov 2024


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
