
China dan Eropa jalin kerja sama dalam pengujian satelit-roket

Pesawat luar angkasa berawak Shenzhou-15, yang menumpang roket pengangkut Long March-2F Y15, lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 29 November 2022. (Xinhua/Lian Zhen)
Misi antariksa gabungan China-Eropa yang bernama Solar Wind Magnetosphere Ionosphere Link Explorer (SMILE) berhasil merampungkan pengujian satelit-roket, yang bertujuan membangun pemahaman yang lebih dalam mengenai hubungan Matahari-Bumi dengan mengamati interaksi dinamis antara angin surya dan magnetosfer Bumi.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah misi antariksa gabungan China dan Eropa yang bernama Solar Wind Magnetosphere Ionosphere Link Explorer (SMILE) berhasil merampungkan pengujian satelit-roket, demikian diumumkan Pusat Ilmu Pengetahuan Antariksa Nasional (National Space Science Center/NSSC) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Tim satelit China dari misi SMILE baru-baru ini melakukan perjalanan ke Pusat Penelitian dan Teknologi Antariksa Eropa (European Space Research and Technology Center/ESTEC) yang berada di bawah naungan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) untuk melakukan pengujian gabungan pada sebuah satelit-roket purwarupa, menyelesaikan penambatan (docking) antarmuka, pemisahan satelit, dan uji tumbukan, jelas NSSC.Tim satelit China mengirim tiga modul satelit purwarupa SMILE ke ESA pada Desember 2022 dan menyelesaikan perakitan akhir, integrasi, dan persiapan di ESTEC.Ini menjadi aktivitas pertukaran on-site pertama yang dilakukan oleh kedua tim sejak tinjauan desain purwarupa tingkat misi SMILE dilakukan pada Januari 2020.SMILE merupakan misi ilmu pengetahuan kolaboratif antara CAS dan ESA untuk membangun pemahaman yang lebih dalam mengenai hubungan Matahari-Bumi dengan mengamati interaksi dinamis antara angin surya dan magnetosfer Bumi.Selain CAS dan ESA, beberapa perusahaan termasuk Arianespace dan Airbus juga turut berpartisipasi dalam pengujian tersebut.Tim misi antariksa gabungan China-Eropa, SMILE, akan bertolak ke Spanyol pada April dan Jerman pada Mei dan September untuk melakukan pengujian dengan para mitranya di Eropa. Satelit misi tersebut dijadwalkan meluncur ke luar angkasa pada 2025.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan ungkap penyebab utama penyusutan volume air Aral Sea
Indonesia
•
18 Dec 2022

India mulai peluncuran jaringan internet 5G pada Agustus-September 2022
Indonesia
•
19 Aug 2022

Kru Shenzhou-18 tiba di Beijing usai jalani misi 192 hari di stasiun luar angkasa
Indonesia
•
04 Nov 2024

Long March-5 jadi patokan ketinggian roket pengangkut yang dioperasikan China
Indonesia
•
18 Dec 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
